Kumparan Logo

Produk Herbal Asal RI Senilai Rp 2,5 Miliar Masuk Pasar Arab Saudi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatangan kesepakatan bisnis di Arab Saudi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan kesepakatan bisnis di Arab Saudi. Foto: Dok. Istimewa

Produk herbal asal Indonesia kembali memperluas penetrasinya ke pasar global. Kali ini, produk tersebut berhasil meraih kesepakatan bisnis untuk pengiriman perdana ke Arab Saudi senilai Rp 2,5 miliar.

Kesepakatan bisnis tersebut dituangkan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama atau Letter of Agreement antara PT Dami Sariwana dari Indonesia dan mitranya, yaitu Al Itholah Trading dari Arab Saudi, di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Senin, (15/6).

Prosesi ini disaksikan langsung oleh Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah, Joneri Alimin dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Sugih Rahmansyah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai ekspor perdana ini membuktikan besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar global.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi melalui keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (19/6).

Puntodewi mengatakan terwujudnya kolaborasi ini merupakan keberhasilan program pembinaan eksportir dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menyampaikan meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi katalis positif bagi masuknya produk herbal Indonesia. Untuk menjamin keberlanjutan bisnis tersebut, ITPC Jeddah menerapkan langkah preventif berupa verifikasi mendalam terhadap kredibilitas importir produk herbal Indonesia di Arab Saudi sebelum prosesi penandatanganan kerja sama dilakukan.

“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.

Cakupan kesepakatan dagang dengan Al Itholah Trading ini meliputi tiga jenis produk herbal unggulan, yaitu suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, serta produk pelangsing tubuh.

Pada tahap awal kerja sama, pengiriman perdana ke Arab Saudi akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada Juli 2026, setelah memenuhi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Penandatangan kesepakatan bisnis di Arab Saudi. Foto: Dok. Istimewa

PT Dami Sariwana merupakan produsen produk kesehatan berbahan alami berbasis di Serpong, Tangerang, dan merupakan industri binaan PPSDMEJP Kemendag. Taswan Wimala Putra, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah yang menjadi kunci utama bagi produk PT Dami Sariwana dalam menembus pasar Arab Saudi.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya,” ungkap Taswan.

Sementara itu, Al Itholah Trading merupakan perusahaan distributor di Arab Saudi yang berfokus pada penyediaan produk konsumen berkualitas tinggi. Melalui kerja sama ini, Al Itholah Trading bertindak sebagai mitra dagang yang mengelola jaringan logistik, pemenuhan regulasi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat, hingga strategi pemasaran taktis ke pasar ritel di Arab Saudi.

Kerja sama itu diharapkan semakin memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada Januari-April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat senilai USD 1,02 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mencapai USD 675,80 juta dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD 345,90 juta. Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar 329,90 juta.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi sebesar USD 2,88 miliar dibandingkan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi yang mencapai USD 1,06 miliar. Dengan begitu, Indonesia mencatatkan surplus nonmigas senilai USD 1,82 miliar terhadap Arab Saudi.