Kumparan Logo

Rosan Sebut Lokasi Pusat Finansial Internasional Sementara di Jakarta

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dilakukan bertahap. Ia mengatakan Bali memang kemungkinan menjadi lokasi pusat finansial tersebut.

Namun untuk sementara waktu, pembangunan PFII bakal dibangun dulu di Jakarta. Setelah itu, baru kemudian dikembangkan di Bali.

"Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi kan perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

"Nah, mungkin di masa transisi ini, dalam dua-tiga tahun ke depan, mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini, sebelum nanti akan lebih dikembangkan bisa di Jakarta dan juga di Bali,” tambahnya.

Untuk tahap awal di Jakarta, Danantara bakal memanfaatkan aset Gedung Danareksa sebagai kantor operasional sementara.

"Kebetulan itu Gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga yang rencana kita akan pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta terlebih dahulu,” ujar Rosan.

Rosan telah bertemu dengan para investor. Ia mengungkapkan antusiasme investor terhadap rencana pembentukan pusat keuangan internasional di Indonesia itu cukup tinggi.

"Dan kebetulan sebelumnya, beberapa hari yang lalu, saya juga ke Bali bertemu dengan sebelas para investor dari family office dan yang lainnya, dan responsnya itu sebenarnya sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” tutur Rosan.

video story embed