Kumparan Logo

Rupiah Tertekan Sentimen Global, BI Pastikan Intervensi Pasar Terus Dilakukan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Nilai tukar rupiah masih tertekan sentimen global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik. Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya.

Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 18.071 per dolar AS pada pukul 10.15 WIB, Jumat (16/10). Posisi tersebut menguat 133 poin atau 0,74 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan di pasar keuangan domestik juga diikuti oleh arus keluar dana dari aset portofolio domestik yang diperkirakan masih berlanjut.

“Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” kata Erwin dalam pernyataannya, Jumat (16/10).

Meski demikian, secara umum pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan. Rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga. BI mencatat cadangan devisa sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026.

BI menegaskan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya serta memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, baik di pasar offshore maupun domestik.

“Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” ujar Erwin.

Selain intervensi di pasar valuta asing dan SBN, BI juga menjaga kecukupan likuiditas serta mengelola struktur suku bunga di pasar uang.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.