Sejak Perang AS-Iran, RI Cari Negara Kelebihan Pasokan Minyak Tanpa Lelang

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Iran meletus dan blokade Selat Hormuz, proses lelang (tender) minyak mentah menjadi sepi peserta.
Laode mengatakan Indonesia telah kehilangan sekitar 25 persen sumber impor minyak mentah sejak konflik tersebut pecah.
“Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25 persen sumber impor. Nah, apa yang dilakukan sekarang? Yang dilakukan sekarang adalah kita melakukan hunting,” kata Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10).
Laode mengungkapkan proses pengadaan impor minyak yang dilakukan Indonesia berubah sejak Selat Hormuz ditutup, tidak lagi melalui lelang atau penawaran dari pemasok. Tetapi, badan usaha penugasan alias PT Pertamina (Persero) kini harus mencari negara-negara yang memiliki kelebihan pasokan minyak mentah, kemudian membelinya secara langsung tanpa lelang. Hal ini membuat harganya menjadi lebih mahal.
"Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," ungkap Laode.
Kendati pengadaan menjadi lebih mahal, apalagi harga secara global memang melonjak akibat pasokan menyusut, Laode menjamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun. Sementara harga BBM nonsubsidi masih kompetitif dibandingkan negara tetangga.
Pasokan BBM juga dipastikan tetap aman dengan ketahanan 18-20 hari. Laode menegaskan jika terjadi antrean di SPBU, hal tersebut karena kendala distribusi imbas fenomena El Nino bikin sungai yang menjadi jalur logistik di beberapa daerah mengering.
"Antrean lebih disebabkan bukan karena ketahanan stok, tapi karena salah satunya misalnya adalah kondisi El Nino, menyebabkan proses pengiriman dan distribusi misalnya lewat sungai, sungainya kering lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," tutur Laode.
