Wamen ESDM Masih Cek Pengiriman Minyak Rusia ke RI

Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Yuliot Tanjung, merespons adanya laporan mengenai pasokan minyak sudah dikirim dari Rusia ke Indonesia. Ia menyebut akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai kepastian adanya pengiriman tersebut.
Indonesia memang telah melakukan kontrak impor minyak mentah dari Rusia.
“Jadi saya rasa itu dari mana asal ini ya, apakah itu dari Rusia, berapa jumlahnya, kami cek dulu ya,” ujar Yuliot saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7).
Berdasarkan laporan Bloomberg pada 9 Juli lalu, data cukai yang dikumpulkan oleh Big Trade Data menyebut sudah ada 770.000 barel minyak yang dikirim ke pelabuhan Balikpapan, Indonesia pada tanggal 29 Juni. Pengiriman tersebut memiliki nilai sekitar 75 juta dolar AS.
Data tersebut juga menunjukan pelabuhan pemuatan minyak yang dikirim ke Indonesia tersebut berasal dari Kozmino, Rusia. Sedangkan untuk pengangkut, minyak tersebut diangkut oleh kapal tanker Sierra.
Dalam laporan tersebut, kargo minyak dari Rusia itu juga dilaporkan dibeli oleh sebuah badan pemerintah bernama Lemigas. Terkait itu, Yuliot menjelaskan bahwa memang kerja sama antar negara soal perminyakan ditangani oleh Lemigas.
“Jadi kalau untuk kerjasama antar negara, itu mekanismenya adalah melalui BLU sektor energi. Jadi kalau BLU sektor energi itu ada yang ini Lemigas,” terang Yuliot.
Yuliot menjelaskan pasokan minyak dari Rusia akan dijadikan Cadangan Pasokan Energi (CPE) nasional. Namun, ia belum tahu disimpan di mana pasokan minyak itu.
“Itu menjadi Cadangan Penyangga Energi nasional. Belum (diolah). Jadi penyangga, cadangan Penyangga Energi nasional, saya cek dulu ya (ditaruh di storage mana),” tutur Yuliot.
