Konten dari Pengguna

Bukan Sekadar Edukasi, Ketika Pengabdian Mahasiswa Meninggalkan Kesan bagi Siswa

Siswa SMK Laboratorium Indonesia Bogor menunjukkan hasil kuis dalam kegiatan edukasi manajemen bermedia sosial bersama mahasiswa Universitas Pamulang. Sumber: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMK Laboratorium Indonesia Bogor menunjukkan hasil kuis dalam kegiatan edukasi manajemen bermedia sosial bersama mahasiswa Universitas Pamulang. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya tentang materi yang disampaikan atau program yang berhasil dilaksanakan. Ada hal lain yang juga penting, yaitu bagaimana kegiatan tersebut dirasakan oleh peserta yang mengikutinya. Respons peserta dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman belajar yang mereka dapatkan, suasana kegiatan, serta hal-hal yang berkesan bagi mereka.

Hal tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Pamulang di SMK Laboratorium Indonesia Bogor pada 8 Oktober 2026. Melalui kegiatan bertema peningkatan produktivitas siswa melalui manajemen bermedia sosial yang terencana dan efektif, mahasiswa berupaya mengenalkan pentingnya mengatur waktu, menentukan prioritas, dan menggunakan media sosial secara lebih terencana.

Namun, bagaimana siswa memandang kegiatan tersebut? Sejumlah tanggapan yang disampaikan setelah kegiatan memberikan gambaran tentang pengalaman mereka selama mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa.

Kegiatan Belajar yang Terasa Menyenangkan

Salah satu respons siswa yang muncul adalah ungkapan sederhana, "Seru banget." Ada pula siswa yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terasa menyenangkan dan memberikan banyak hal baru.

"Kegiatannya asik dan banyak hal baru yang bisa didapat. Semoga bisa diadakan lagi nanti makasih kakak"

Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya dipandang sebagai sesi penyampaian materi, tetapi juga sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta yang memberikan respons tersebut.

Dalam kegiatan edukasi, suasana yang nyaman dapat membantu peserta mengikuti penyampaian materi dengan lebih terbuka. Ketika pembelajaran dikemas melalui penjelasan interaktif, diskusi, dan kuis, peserta memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan, bukan hanya mendengarkan penjelasan.

Meskipun demikian, pengalaman menyenangkan dan pemahaman materi merupakan dua hal yang berbeda. Keduanya tetap perlu diperhatikan agar kegiatan edukasi tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga memberikan pengetahuan yang bermanfaat.

Ketika Waktu Kegiatan Terasa Kurang

Respons menarik lainnya datang dari siswa yang berharap kegiatan berlangsung lebih lama.

"Kakaknya harus lebih lama karena asik banget."

Komentar tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa peserta yang memberikan tanggapan itu menikmati waktu kebersamaan selama kegiatan. Harapan agar kegiatan berlangsung lebih lama juga dapat menjadi masukan bagi penyelenggara dalam merancang program serupa pada kesempatan berikutnya.

Bagi mahasiswa, tanggapan sederhana seperti ini dapat menjadi bahan refleksi. Menyiapkan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta memang penting, tetapi cara penyampaian, interaksi, dan pengelolaan waktu juga menjadi bagian dari pengalaman belajar secara keseluruhan.

Di sisi lain, durasi kegiatan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kondisi peserta. Kegiatan yang lebih panjang belum tentu lebih efektif apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan materi dan aktivitas yang tepat.

Belajar Mengelola Media Sosial dengan Lebih Terencana

Di balik pengalaman yang dirasakan siswa, kegiatan PKM ini memiliki tujuan yang berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas digital yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penggunaannya juga perlu diimbangi dengan kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas.

Melalui materi Prioritize Your Time dan Plan Before You Post, siswa diajak memahami pentingnya menentukan kegiatan yang perlu didahulukan serta merencanakan penggunaan media sosial secara lebih sadar.

Misalnya, siswa dapat mulai membiasakan diri membuat daftar tugas harian, menentukan waktu untuk belajar, dan memikirkan tujuan sebelum mengunggah konten. Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mereka lebih terarah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Materi seperti ini menjadi relevan karena pengelolaan media sosial bukan hanya tentang membatasi penggunaannya. Hal yang tidak kalah penting adalah memahami tujuan penggunaan, mengatur waktu, dan menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dengan tanggung jawab lainnya.

Makna Pengabdian bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Prosesnya tidak hanya melibatkan penyusunan materi, tetapi juga koordinasi tim, persiapan kegiatan, komunikasi dengan peserta, serta penyesuaian cara penyampaian agar lebih mudah dipahami.

Respons siswa dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat bagian kegiatan yang mendapat sambutan positif. Saran dan masukan peserta juga penting untuk membantu penyelenggara memperbaiki kegiatan berikutnya.

Namun, keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari banyaknya peserta yang hadir atau komentar positif yang diterima. Tujuan pembelajaran, ketercapaian materi, dan kemungkinan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Karena itu, pengalaman siswa dan hasil evaluasi pembelajaran dapat saling melengkapi dalam memberikan gambaran tentang pelaksanaan program. Kesan positif menunjukkan bagaimana kegiatan dirasakan, sedangkan evaluasi pembelajaran membantu melihat perubahan pemahaman peserta berdasarkan hasil yang diukur.

Dari Pengalaman Menjadi Pembelajaran

Pengalaman belajar bersama mahasiswa di SMK Laboratorium Indonesia Bogor memberikan gambaran bahwa kegiatan edukasi dapat meninggalkan kesan melalui materi yang relevan dan suasana yang menyenangkan. Ungkapan sederhana seperti merasa senang, memperoleh hal baru, hingga berharap kegiatan berlangsung lebih lama menjadi bagian dari respons peserta yang layak diperhatikan.

Bagi penyelenggara, tanggapan tersebut bukan sekadar pujian, melainkan juga bahan untuk melakukan refleksi. Kegiatan berikutnya dapat dirancang dengan memperhatikan kebutuhan siswa, keseimbangan antara materi dan aktivitas interaktif, serta waktu yang cukup untuk memahami pembahasan.

Pada akhirnya, pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ilmu dari mahasiswa kepada siswa. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk saling belajar, mengevaluasi proses, dan memahami bahwa pendidikan dapat dibangun melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Harapannya, pengetahuan tentang pengelolaan waktu dan penggunaan media sosial secara terencana tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menjalani aktivitas digital dengan lebih bijak.