Edukasi Manajemen Waktu bagi Siswa SMK Laboratorium Indonesia Bogor
Tulisan dari Mohamad Husen Al Buqori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian siswa. Mulai dari mencari hiburan, berkomunikasi dengan teman, hingga mencari informasi, semuanya bisa dilakukan melalui satu perangkat. Namun, di tengah berbagai aktivitas tersebut, ada hal yang terkadang terlupakan, yaitu bagaimana mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Universitas Pamulang di SMK Laboratorium Indonesia (Labindo) Bogor pada 8 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya mengelola penggunaan media sosial secara terencana tanpa mengabaikan tugas sekolah dan aktivitas lainnya.
Kegiatan yang melibatkan tiga kelompok mahasiswa ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga pengenalan contoh-contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, konsep manajemen yang dipelajari tidak berhenti sebagai teori, melainkan bisa menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi siswa.
Dari Kebiasaan Sehari-hari hingga Pentingnya Perencanaan
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada materi Prioritize Your Time, yang mengangkat pentingnya mengatur waktu dan menentukan prioritas di antara berbagai kegiatan. Sebab, aktivitas di media sosial bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Ada tugas sekolah, kegiatan belajar, serta tanggung jawab lain yang juga harus diselesaikan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada materi Plan Before You Post, yang membahas pentingnya merencanakan tujuan sebelum mengunggah konten di media sosial. Siswa diajak memahami bahwa aktivitas bermedia sosial sebaiknya tidak dilakukan tanpa pertimbangan, tetapi perlu disesuaikan dengan tujuan dan manfaatnya.
Agar lebih mudah dipahami, materi disampaikan melalui penjelasan dan contoh yang dekat dengan keseharian siswa. Dengan begitu, mereka dapat melihat bahwa perencanaan dan pengaturan waktu sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
Respons Siswa Menjadi Bagian dari Proses Belajar
Selama kegiatan berlangsung, siswa memberikan respons terhadap materi yang disampaikan. Ketika dijelaskan mengenai kebiasaan yang lebih terencana dan pentingnya menentukan prioritas, muncul tanggapan yang menunjukkan bahwa mereka dapat menangkap nilai positif dari pembahasan tersebut.
Salah satu momen yang menarik terlihat ketika siswa diberikan pertanyaan mengenai arti prioritas. Ada siswa yang bersedia mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Respons sederhana ini menjadi bagian dari interaksi yang terbangun selama kegiatan, sehingga suasana tidak terasa kaku atau sekadar berisi penyampaian materi satu arah.
Selain itu, contoh penerapan yang diberikan juga membantu mendekatkan materi dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satunya melalui penggunaan to-do list atau daftar tugas harian. Dengan membuat daftar, siswa dapat mencatat kegiatan yang perlu dilakukan dan mempertimbangkan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Penerapan seperti ini tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit. Siswa dapat mencoba menuliskan tugas sekolah, menentukan urutan pengerjaan, kemudian menyediakan waktu untuk aktivitas lain, termasuk menggunakan media sosial. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan mengelola waktu secara lebih terarah.
Bukan Melarang, tetapi Belajar Mengelola
Edukasi mengenai manajemen bermedia sosial bukan berarti siswa harus berhenti menggunakan media sosial. Platform digital tetap dapat dimanfaatkan untuk hiburan, komunikasi, mencari informasi, bahkan mendukung kegiatan belajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penggunaannya tetap seimbang dengan tanggung jawab sehari-hari.
Melalui materi perencanaan sebelum mengunggah konten dan pengaturan prioritas, siswa diperkenalkan pada cara pandang bahwa penggunaan media sosial juga membutuhkan pengelolaan. Mereka dapat mulai mempertimbangkan tujuan penggunaan, waktu yang tersedia, serta kegiatan lain yang harus didahulukan.
Pendekatan ini membuat konsep manajemen terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa. Manajemen tidak hanya berkaitan dengan organisasi atau dunia kerja, tetapi juga dapat diterapkan dalam mengatur aktivitas pribadi.
Memulai Perubahan dari Hal Sederhana
Kegiatan PKM di SMK Laboratorium Indonesia Bogor menjadi salah satu upaya mahasiswa Universitas Pamulang untuk memperkenalkan kebiasaan bermedia sosial yang lebih terencana dan efektif kepada siswa. Respons yang muncul selama kegiatan, kesediaan siswa untuk mencoba menjawab pertanyaan, serta pengenalan praktik seperti membuat to-do list menjadi bagian dari pengalaman belajar tersebut.
Tentu, memahami materi dalam satu kegiatan belum serta-merta berarti seluruh kebiasaan akan berubah. Penerapannya tetap membutuhkan kemauan dan konsistensi dari masing-masing siswa. Namun, pengenalan konsep dan contoh yang mudah dilakukan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran tersebut.
Pada akhirnya, mengelola waktu bukan sekadar membuat jadwal yang padat atau menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan. Lebih dari itu, siswa perlu belajar mengenali hal yang penting, menentukan apa yang perlu didahulukan, dan memberikan ruang bagi setiap aktivitas secara seimbang.
Sebab, menjadi pengguna media sosial yang bijak bukan hanya soal mengetahui apa yang boleh dilakukan di dunia digital, tetapi juga memahami bagaimana mengatur waktu dan tanggung jawab di dunia nyata.

