Konten dari Pengguna

‘Stop Bullying!’ Suara Siswa SDN Cipocok Jaya 4 dari Pohon Ungkapan

Siswa SDN Cipocok Jaya 4 berkumpul di lapangan saat mengikuti Program Edukasi Pencegahan Bullying yang diselenggarakan Novo Social Impact Program (NSIP) Grup 10 Region 2, Sabtu (8/8/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SDN Cipocok Jaya 4 berkumpul di lapangan saat mengikuti Program Edukasi Pencegahan Bullying yang diselenggarakan Novo Social Impact Program (NSIP) Grup 10 Region 2, Sabtu (8/8/2026).

Serang, Banten — Sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Namun, bagi sebagian siswa, ejekan, pengucilan, hingga tindakan yang menyakiti teman masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kesadaran mengenai bullying menjadi penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Bukan hanya agar siswa mampu mengenali tindakan bullying, tetapi juga agar mereka memahami pentingnya menghargai, peduli, dan menjaga perasaan teman.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Novo Social Impact Program (NSIP) Grup 10 Region 2 menyelenggarakan Program Edukasi Pencegahan Bullying di SDN Cipocok Jaya 4, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 168 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Program dirancang dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar pesan mengenai bullying dapat diterima dengan lebih mudah oleh siswa sekolah dasar.

Tidak Sekadar Memberikan Materi

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan tim, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking dan permainan untuk membangun suasana yang lebih akrab dengan para siswa.

Sesi utama kemudian diisi dengan edukasi mengenai bullying bersama pemateri eksternal, Bagas Dwi Nugroho. Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar sehingga pembahasan mengenai bullying tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Untuk memperkuat materi, siswa kemudian diajak menyaksikan video edukasi bertema anti-bullying. Setelah itu, mereka mengikuti kuis singkat dan membahas pesan yang dapat diambil dari video tersebut.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Siswa juga diajak mengekspresikan perasaan dan harapan mereka melalui Pohon Ungkapan, sebuah media yang memberikan ruang bagi siswa untuk menuliskan pesan mengenai bullying dan lingkungan sekolah yang mereka harapkan.

Dari Pohon Ungkapan, Suara Siswa Terlihat

Pohon Ungkapan menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam kegiatan. Berbagai pesan yang dituliskan siswa menunjukkan bahwa mereka memiliki harapan sederhana, tetapi penting: ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan bebas dari bullying.

Salah satu pesan yang menarik perhatian berbunyi, “Semoga sekolah ini aman dari bullying.”

Ada pula siswa yang menuliskan harapan agar setelah dirinya lulus nanti tidak ada lagi teman yang saling melakukan bullying. Pesan lainnya bahkan menggambarkan pengalaman yang lebih spesifik, yaitu harapan agar tidak lagi mengalami tindakan yang menyakitkan ketika bermain bersama teman.

Salah satu pesan juga menyinggung pentingnya menghentikan tindakan yang berkaitan dengan penghinaan fisik.

Tidak hanya siswa, seorang guru turut menyampaikan harapannya melalui Pohon Ungkapan: “Semoga anak-anak ibu bisa rukun sesama teman. Katakan stop bullying.”

Pesan-pesan tersebut menunjukkan bahwa upaya mencegah bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi juga membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh warga sekolah.

Komitmen Bersama untuk Menciptakan Lingkungan yang Aman

Setelah berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, seluruh peserta kemudian mengikuti deklarasi anti-bullying. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.

Program kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi, penyampaian pesan penutup, cap jempol, serta dokumentasi bersama.

Sepanjang kegiatan, pihak sekolah menunjukkan antusiasme dalam mendukung pelaksanaan program. Kepala Sekolah dan para guru turut membantu mengondisikan siswa serta memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Dukungan tersebut menjadi penting karena edukasi mengenai bullying tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkaitan erat dengan proses pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Langkah Kecil, Harapan yang Besar

Pelaksanaan Program Edukasi Pencegahan Bullying di SDN Cipocok Jaya 4 menjadi pengalaman bagi tim Novo Social Impact Program untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah isu sosial dapat didekati melalui edukasi dan kolaborasi.

Dari kegiatan tersebut, satu hal yang terasa sederhana tetapi penting adalah bahwa anak-anak memiliki harapan untuk berada di lingkungan yang aman. Harapan itu terlihat dari pesan-pesan yang mereka tuliskan, dari antusiasme mereka mengikuti kegiatan, hingga komitmen yang mereka ucapkan bersama.

Mencegah bullying tentu bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Namun, perubahan dapat dimulai dari langkah kecil: memahami bahwa candaan dapat menyakiti, berani menghargai perbedaan, tidak ikut melakukan perundungan, serta berani mencari bantuan ketika melihat atau mengalami tindakan yang tidak semestinya.

Melalui kolaborasi antara Novo Social Impact Program (NSIP) Grup 10 Region 2 dan SDN Cipocok Jaya 4, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih positif tempat setiap anak dapat belajar, bermain, dan bertumbuh tanpa rasa takut terhadap bullying.