Konten dari Pengguna

Solusi Sampah Organik: Inovasi Maggot dari Mahasiswa UM-BBM

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Khairul Akmalil Qirom Akmal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kegiatan pasca sosialisasi maggot sebagai solusi alternatif pengelolaan limbah organik
zoom-in-whitePerbesar
kegiatan pasca sosialisasi maggot sebagai solusi alternatif pengelolaan limbah organik

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM-BBM (Belajar Bersama Masyarakat) menggelar Talkshow Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Balai Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diikuti oleh kepala keluarga dan warga Desa Tlogosari ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan.

pengenalan maggot
zoom-in-whitePerbesar
pengenalan maggot

Talkshow berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para narasumber menyampaikan materi mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, dampak pengelolaan sampah yang kurang tepat terhadap lingkungan, serta berbagai alternatif pengolahan sampah organik. Salah satu alternatif yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah pemanfaatan lalat jenis BSF, yang mampu membantu mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak. ”Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah organik tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai,” ujar Azwa Anashifa, penanggung jawab program kerja sekaligus narasumber.

apresiasi perangkat desa atas kegiatan sosialisasi program kerja mahasiswa

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai kondisi pengelolaan sampah di lingkungan Desa Tlogosari. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta, mulai dari cara memilah sampah rumah tangga, jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, hingga penerapan maggot sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik. Antusiasme peserta selama sesi diskusi menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa UM-BBM di Desa Tlogosari yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Sigit Permansyah, S.Pd., M.Pd., serta mendapat dukungan dari Kepala Desa Tlogosari beserta perangkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah serta mengenal berbagai alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi awal dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.