Konten dari Pengguna

Menemukan Sosok Support System, Khususnya untuk Kaum Milenial

Mohammad Putra Surya Mahendra

Mohammad Putra Surya Mahendra

Saya merupakan Alumni Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Administrasi Publik angkatan 2016. Kadang suka membaca, kadang olahraga, kadang suka gak ngapa-ngapain, tergantung mood.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Putra Surya Mahendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menemukan Sosok Support System, Khususnya untuk Kaum Milenial
zoom-in-whitePerbesar

M

Lika-liku kehidupan membuat manusia kadang merasa capek kalo harus menanggungnya sendiri. Kadangkala kita perlu meluapkan isi hati kita biar tidak ada ke-nggrunjelan dalam hati. Tapi jangan sampai kita bercerita kepada orang yang salah. Bukannya dapat solusi atau tanggapan positif dari masalah kita, tapi malah diketawain, dicuekin, atau mungkin bully-an. Nah ini ni yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Mencari orang yang tepat untuk bercerita. Orang yang akan dengan senang hati menjadi pendengar yang baik, serta bisa memberikan tanggapan positif dari cerita kita. Milenial biasa menyebutnya support system.

Support system dapat diartikan sebagai dukungan dari orang-orang terdekat, bisa teman, orang tua, atau pasangan, yang mereka dapat menjadi pendengar yang baik saat kita berkeluh kesah atas masa sulit yang sedang kita hadapi. Orang-orang yang tepat akan selalu mendengarkan ceritamu, dan memberi dukungan semangat ketika kamu capek dan pengen berhenti berjuang. Dari situ kita tau kan pentingnya support system bagi kita? Disisi lain, adanya support system ini juga penting untuk kesehatan mental kita, antara lain: membuat anda merasa nyaman, mempengaruhi perilaku dan keputusan, meminimalisir rasa stres, motivasi jadi meningkat, dan menjadi pribadi yang tangguh.

Yang jadi masalah, apakah kita sudah menemukan support system tersebut? Seperti yang diatas tadi, salah satu support system adalah orang tua, namun tidak jarang kita malu bercerita ke orang tua. Solusinya? Kita perlu mencari alternatif support system, yakni teman yang mengerti kita. Kalau belum juga merasa punya support system, saya sarankan untuk mencarinya karena pertimbangan hal-hal diatas.

Pertama, kita perlu memperluas jaringan atau relasi. Dengan bertemu banyak orang dan ngobrol hal-hal sederhana, secara otomatis kita pasti bisa menilai orang tersebut nyambung atau tidak ketika diajak ngobrol. Komunikasi ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Seiring berjalannya waktu, apabila memang orang tersebut adalah orang yang tepat pasti kita akan mendapatkan chemistry dengannya, karena ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila komunikasi dilakukan secara terus menerus, yakni semakin dekat atau sebaliknya, dia akan bosan dan menghilang seperti yang biasa kalian rasakan, hayo ngaku....

Kedua, semakin lama komunikasi dan sekiranya orang tersebut klop dengan kita, maka kita pertahankan kalau bisa ditingkatkan intensitasnya hingga diantara kalian saling merasa nyaman. Ini juga relevan sih kalau mau dipake buat nyari pasangan hidup, karena sejatinya pasangan hidup adalah yang bisa menjadi sosok support system terbaik, terdepan, terdekat dan ter ter ter lainnya hehehew.

Dua langkah diatas menurut saya sudah cukup efektif. Namun, kalau memang belum juga menemukan sosok support system tersebut, kita pakai langkah ketiga. Langkah ketiga adalah kembali ke langkah pertama. Ya gimana, kita memang perlu memperbanyak komunikasi dengan orang lain hingga orang tersebut benar-benar klop dan nyaman dengan kita. Pada dasarnya kita sendiri yang bisa menentukan support system ini, dengan memperbanyak komunikasi kita lama-kelamaan akan bisa mengetahui orang-orang kepercayaan kita ini bisa menjadi sosok support system atau mungkin bisa menjadi toxic. Jaga selalu kesehatan mentalmu, jangan biarkan dirimu menanggung beban pikiran sendirian.

Referensi:

https://hellosehat.com/mental/stres/pentingnya-support-system/#gref