Konten dari Pengguna

Weekend Date Seru: Gowes Santai dari Depok, Jajan di Blok M, hingga Monas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Satura Fery Fadilla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi di Bundaran HI
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi di Bundaran HI

Hari libur kali ini, saya dan pacar sepakat untuk mencoba gaya kencan yang tidak biasa. Alih-alih langsung pergi menggunakan kendaraan bermotor, kami memutuskan untuk memadukan kayuhan sepeda non-lipat (sepeda reguler) kami dengan moda transportasi modern, MRT Jakarta. Misi kami hari ini: menjelajahi Depok sampai ke jantung ibu kota!

‎Warm Up Agak Siang dan Ngadem di Margo City

‎Perjalanan kami mulai agak siang saat matahari sudah mulai terasa hangat. Sebagai pemanasan awal, kami mengayuh sepeda santai dari rumah menyusuri jalanan kota Depok menuju Margo City. ‎Karena hari sudah agak siang, begitu sampai di Margo City, kami menyempatkan diri untuk makan siang dan membeli minuman segar, serta memastikan stamina dan kondisi sepeda kami berdua benar-benar siap sebelum menempuh jarak jauh menuju Jakarta Selatan.

‎Jalur Panjang Menuju Surga Kuliner Blok M

‎Setelah tubuh terasa segar kembali, petualangan yang sesungguhnya dimulai. Kami mulai mengayuh meninggalkan Depok menuju Blok M. Menempuh jarak sekitar 20-an kilometer berdua dengan pacar ternyata tidak terasa melelahkan karena kami menjalaninya dengan santai, sambil sesekali mengobrol di sepanjang jalur sepeda.

‎Setibanya di kawasan Blok M, kami langsung berburu jajanan lokal dan minuman segar di sekitar ruko-ruko Blok M. Duduk berdua di area outdoor, menikmati camilan, dan meluruskan kaki yang mulai pegal setelah gowes lintas kota menjadi momen istirahat yang sangat berharga.

‎Menembus Kemacetan Jakarta dengan MRT

‎Tantangan terseru hari ini adalah membawa sepeda non-lipat kami masuk ke Stasiun MRT Blok M BCA. Karena ini hari libur, kami bisa leluasa naik MRT sepanjang hari tanpa khawatir terbentur aturan jam sibuk. Kami menuntun sepeda dengan hati-hati melewati rel khusus (ramp) yang ada di samping tangga stasiun. Saling membantu menuntun sepeda pacar justru menjadi momen bonding yang seru!

‎Kami masuk melalui gerbang tiket paling lebar dan menunggu kereta di peron. Sesuai dengan ketentuan resmi MRT Jakarta, kami masuk ke gerbong paling belakang yang memiliki area khusus untuk sepeda non-lipat. Berada di dalam gerbong Ratangga yang sejuk sambil melihat pemandangan gedung pencakar langit Sudirman dari balik jendela kaca adalah cara terbaik untuk memulihkan tenaga. Hanya dalam hitungan menit, kami sudah tiba di Stasiun MRT Bundaran HI. [2, 3]

‎Foto di Monas lalu Kembali ke Bundaran HI

‎Keluar dari stasiun bawah tanah Bundaran HI, kami langsung menaiki sepeda dan melanjutkan kayuhan menuju Monumen Nasional (Monas). Jalur sepeda yang lebar menuju Monas membuat perjalanan kami berdua terasa sangat aman dan nyaman. Begitu sampai di kawasan Monas, kami langsung mencari spot terbaik untuk sesi foto berdua dengan latar belakang Tugu Monas yang megah.

‎Setelah puas mengeksplorasi dan mendokumentasikan momen di Monas, kami mengayuh sepeda kembali ke arah Bundaran HI. Sore hari di Bundaran HI menyuguhkan pemandangan lanskap kota yang luar biasa cantik. Kami kembali menepikan sepeda di sekitar air mancur untuk sesi foto kedua dengan latar belakang Patung Selamat Datang dan gedung-gedung tinggi yang mulai menyalakan lampu kotanya.

‎Cycling date hari ini benar-benar sukses! Perpaduan antara olahraga, jajan, bersua foto dan kemudahan bike and ride bersama MRT membuat akhir pekan kami menjadi sangat berkesan dan penuh cerita.

Mohammad Satura Fery Fadilla dan Izma Izzatul Millah S.Pd