Konten dari Pengguna

Bersiap Hadapi Gempuran AI

Mohammad Shihab
Dosen Ilmu Komunikasi di President University, Cikarang.
3 Mei 2023 20:44 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mohammad Shihab tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi manusia melawan AI. (Foto: Pavel Danilyuk/Pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manusia melawan AI. (Foto: Pavel Danilyuk/Pexels.com)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional kali ini terasa sedikit berbeda. Kedua momen ini diperingati di tengah menguatnya isu dan kecemasan masyarakat tentang pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence–AI).
ADVERTISEMENT
Bagaimana tidak mencemaskan? Teknologi AI semakin canggih dengan harga yang relatif bisa dijangkau, jauh lebih murah dibandingkan dengan membayar upah manusia.
Misalnya, berlangganan ChatGPT berbayar lebih murah daripada membayar upah penulis pemula, sehingga AI berbasis teks tulisan ini kemudian dikhawatirkan dapat menyerobot pekerjaan penulis.
ChatGPT hanyalah satu dari ratusan AI yang sedang dikembangkan. Kini, AI tidak hanya berbasis teks tulisan saja, masih banyak AI multimedia lain yang berbasis gambar, audio, dan video. Dengan demikian, kehadiran AI ini dapat mengancam karir para pekerja yang perannya dapat diotomatisasi.
Peta AI generatif. (Sumber: AI Breakfast/Twitter)
Diperkirakan pekerjaan sekarang dapat diotomatisasi sekitar 9% hingga 47%. Dalam sebuah artikel BBC, konsultan McKinsey memperkirakan sekitar 800 juta pekerja di seluruh dunia dapat digantikan oleh robot pada tahun 2030. Beberapa pekerjaan akan berubah secara signifikan, sementara pekerjaan lain akan sama sekali lenyap.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana menghadapi gempuran AI?
Mungkin manusia tidak akan bisa menang melawan AI. Namun, yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan oleh mesin AI.
Meski mesin AI telah banyak berkembang, belum banyak tenaga-tenaga ahli yang menguasainya sehingga peluang masih cukup terbuka. Untuk itu, diperlukan investasi leher ke atas agar kita bisa hidup berdampingan dengan teknologi AI.

Investasi leher ke atas melawan gempuran AI

Investasi leher ke atas atau upskilling adalah investasi dalam peningkatan keterampilan dan pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam bekerja atau berkarir. Investasi leher ke atas sangat penting karena dapat memberikan banyak manfaat, baik untuk karir maupun kehidupan pribadi seseorang.
Pendidikan dapat menjadi salah satu bentuk investasi leher ke atas yang paling efektif karena dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seseorang. Pendidikan dapat membantu seseorang meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang tertentu, dan membuka pintu bagi peluang karir yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Pendidikan dapat ditempuh secara formal maupun informal. Pendidikan formal, misalnya, dapat dilakukan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada beberapa kasus, pendidikan formal dapat membantu seseorang memperoleh sertifikasi atau lisensi yang diperlukan untuk bekerja pada bidang tertentu.
Selain pendidikan formal, tersedia juga beragam bentuk pendidikan nonformal atau informal yang dapat membantu seseorang meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Contohnya adalah kursus online, pelatihan kerja, seminar, workshop, dan program mentoring.

Tips berinvestasi leher ke atas

Berikut adalah beberapa tips untuk berinvestasi leher ke atas:
ADVERTISEMENT
Secara keseluruhan, pendidikan adalah salah satu bentuk investasi leher ke atas yang penting dan efektif untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan peluang karir seseorang. Investasi leher ke atas dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, yang dapat membuka peluang karir baru dan meningkatkan penghasilan.