Dosen President University Kembangkan Aplikasi Booking Layanan Kesehatan

Dosen Ilmu Komunikasi di President University, Cikarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mohammad Shihab tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat sering menghabiskan waktu lama untuk mengantre panjang demi mendapatkan layanan kesehatan di puskesmas. Karena itu, tim dosen President University mengembangkan aplikasi mobile booking layanan kesehatan untuk tim UPTD Puskesmas Lemahabang, Cikarang Timur. Inovasi digital ini diharapkan dapat mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi ribuan warga Kabupaten Bekasi.
Dikembangkan oleh tim dosen Universitas Presiden yang diketuai oleh Rikip Ginanjar, M.Sc., aplikasi ini dikembangkan agar pasien memesan jadwal kunjungan secara daring kapan saja dan di mana saja. Dengan hanya beberapa klik melalui ponsel, masyarakat dapat memilih waktu yang sesuai tanpa harus datang langsung ke lokasi untuk mengambil nomor antrean.
Rikip menekankan pentingnya sistem informasi yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi. Ia menyatakan bahwa pengambilan keputusan yang berkualitas sangat bergantung pada ketersediaan informasi.
"Dengan menyusun jadwal temu 1-2 hari lebih awal, proses pertemuan dengan dokter akan lebih optimal. Puskesmas sudah siap dengan peralatan, tenaga medis, dan juga obat yang dibutuhkan," terang Rikip (15/12/2025).
Pengembangan aplikasi mobile ini selaras dengan visi kepala Puskesmas Lemahabang, Cikarang Timur yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan hasil layanan kesehatan melalui manajemen jadwal booking yang inovatif.
Upaya difokuskan agar masyarakat dan tenaga medis dibantu oleh petugas Puskesmas dapat bekerja sama menyusun jadwal dan mempersiapkan layanan secara proaktif.
Cara Kerja Aplikasi Booking Layanan Kesehatan
Aplikasi dikembangkan dengan metode rapid application development (RAD) untuk memastikan kecepatan dan fleksibilitas proses. Aplikasi ini memiliki dua fitur unggulan yang menjadi pembeda dari sistem sejenis.
Pertama, fitur komunikasi dua arah yang memungkinkan petugas Puskesmas berinteraksi langsung dengan pasien untuk konfirmasi jadwal atau informasi tambahan.
Kedua, fitur manajemen beban kerja otomatis. Fitur ini membantu mengatur distribusi jadwal konsultasi agar tidak terjadi penumpukan pasien.
Selain itu, aplikasi ini terdiri dari front-end (mobile) dan back-end (server & database) dengan desain antarmuka yang mudah digunakan masyarakat awam. Karena itu, aplikasi ini cocok digunakan baik di puskesmas maupun di klinik-klinik kesehatan lainnya.
Inovasi layanan kesehatan ini telah mendapat dukungan Kemendikbudristek melalui program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Hasil proyek aplikasi yang dipimpin oleh Rikip Ginanjar, M.Sc. dari Program Studi Sistem Informasi ini akan didemonstrasikan pada akhir tahun 2025 ini di Puskesmas Lemahabang.
