Mendefinisikan Ulang Makna Cantik di Mata Kita

Mendefinisikan Ulang Makna Cantik di Mata Kita
zoom-in-whitePerbesar

Pernahkah Moms merasa tidak nyaman saat seseorang memuji penampilan Moms? Alih-alih merasa senang, pikiran mungkin langsung bertanya-tanya apakah pujian tersebut tulus atau sekadar basa-basi. Carolyn Karoll, seorang psikoterapis spesialis pemulihan gangguan makan, menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal aneh. Ini adalah cerminan dari bagaimana pengalaman pribadi dan standar kecantikan budaya membentuk persepsi kita terhadap diri sendiri.

Ketika Pujian Terasa Tidak Akurat

Banyak orang kesulitan menerima pujian karena apa yang mereka dengar sering kali bertabrakan dengan narasi internal mereka sendiri. Jika seseorang telah lama memercayai bahwa dirinya tidak cukup menarik, maka kalimat pujian akan dianggap sebagai sesuatu yang keliru. Carolyn Karoll mencatat bahwa kritik negatif tentang penampilan cenderung bertahan lebih lama dalam ingatan kita dibandingkan segudang apresiasi tulus. Kondisi ini terjadi karena citra tubuh atau body image bukan sekadar bagaimana kita terlihat, melainkan bagaimana kita memaknai pengalaman hidup di dalam tubuh kita sendiri.

Dampak Standar Budaya terhadap Diri

Tak banyak yang tahu, standar kecantikan sering kali dipaksakan oleh budaya yang mengagungkan bentuk tubuh tertentu, usia muda, atau fitur wajah spesifik. Hal ini membuat kita cenderung mengabaikan validasi orang lain dan lebih memercayai standar sosial tersebut sebagai kebenaran objektif. Ketika kita tidak melihat refleksi diri kita dalam standar tersebut, kita akan cenderung menolak pujian dan merasa bahwa orang lain hanya bersikap sopan.

Mengkritisi Pujian yang Bersifat Dangkal

Hal senada diungkapkan oleh para ahli bahwa tidak semua pujian diciptakan setara. Ada kalanya sebuah pujian justru memperkuat standar budaya yang sempit, seperti komentar mengenai penurunan berat badan atau terlihat lebih muda. Ucapan tersebut sering kali menyiratkan bahwa nilai seseorang bergantung pada ukuran tubuh atau usia. Padahal, penurunan berat badan bisa saja dipicu oleh stres, duka, atau masalah kesehatan, bukan sekadar peningkatan kualitas diri.

Memperluas Cakrawala Kecantikan

Dari sudut pandang psikologis, kecantikan jauh lebih kaya daripada sekadar angka atau bentuk fisik. Ia mencakup kehadiran, koneksi antarpribadi, dan keunikan individu. Mengingat bahwa standar kecantikan adalah konstruksi sosial, maka kita berhak mendefinisikan ulang apa itu cantik bagi kita sendiri. Moms perlu menyadari bahwa setiap individu memiliki lensa unik untuk melihat keindahan, dan Moms berhak untuk mulai memercayai apresiasi tulus daripada terus membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis.