Menemukan Kaitan Medis di Balik Gangguan Mental Anak

Menemukan Kaitan Medis di Balik Gangguan Mental Anak
zoom-in-whitePerbesar

Banyak orang tua yang terjebak dalam stigma bahwa gangguan mental adalah beban keturunan yang tidak bisa disembuhkan. Namun, kisah Sheilah M. Gauch, seorang pekerja sosial, membuka cakrawala baru bagi kita semua. Ketika kedua anaknya didiagnosis menderita PANS atau PANDAS, sebuah kondisi neuropsikiatri yang dipicu oleh infeksi, ia menyadari bahwa apa yang selama ini dianggap sebagai gangguan kejiwaan murni bisa jadi memiliki akar medis yang selama ini terabaikan oleh sistem kesehatan kita.

Melampaui Batas Diagnosis Konvensional

Selama bertahun-tahun, Moms, kita sering didorong untuk memisahkan kesehatan fisik dan mental ke dalam kotak yang berbeda. Dalam praktiknya, gejala seperti obsesif kompulsif, serangan panik, hingga depresi pada anak sering kali ditangani hanya melalui psikoterapi atau manajemen perilaku. Padahal, PANS atau PANDAS membuktikan bahwa infeksi bakteri atau virus dapat memicu gejala kejiwaan yang hebat secara mendadak. Seperti yang diungkapkan Gauch, “Saat anak-anak saya menerima perawatan medis yang tepat, gejala suicidality, OCD, dan amarah mereka mereda dengan cara yang belum pernah saya saksikan sebelumnya dalam praktik profesional saya.”

Bahaya Menghakimi Gejala sebagai Faktor Genetik

Sering kali, riwayat keluarga menjadi alasan tunggal untuk melabeli seorang anak dengan gangguan mental kronis. Gauch menceritakan bagaimana pengalamannya sendiri di masa lalu—di mana ia didiagnosis bipolar karena riwayat keluarga—ternyata merupakan diagnosis yang keliru. Setelah mengamati kesembuhan anaknya, ia menyadari bahwa dirinya mungkin menderita OCD yang tidak terdiagnosis, yang diperparah oleh kondisi fisik yang terabaikan selama puluhan tahun. Hal ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa genetika bukanlah satu-satunya narasi dalam kesehatan mental.

Pendekatan Holistik dalam Pemulihan Keluarga

Pemulihan yang dialami keluarga Gauch menunjukkan perlunya kolaborasi antara sistem medis dan kesehatan jiwa. Jika seorang anak menunjukkan perubahan perilaku yang drastis, jangan ragu untuk mencari opini kedua dari praktisi kesehatan yang memahami keterkaitan antara imunitas dan fungsi otak. Penting bagi Moms untuk tetap skeptis namun terbuka pada kemungkinan penyebab biologis, terutama ketika pendekatan psikologis standar tidak memberikan kemajuan yang berarti. Kesehatan keluarga yang paripurna dimulai dari keberanian kita menanyakan pertanyaan yang tepat di ruang konsultasi medis.