Mengapa Isolasi Bukan Jawaban bagi Kesehatan Mental

Sistem kesehatan mental sering kali terjebak dalam pendekatan yang mengedepankan kontrol dibandingkan empati. Bagi banyak orang yang mengalami krisis psikologis, fasilitas penahanan terkadang menjadi pemberhentian terakhir alih-alih rumah sakit. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi para Moms bahwa pemahaman mendalam mengenai sistem perawatan kesehatan jiwa bukan sekadar masalah klinis, melainkan cerminan bagaimana masyarakat memperlakukan kemanusiaan di titik terendah seseorang.
Bahaya Isolasi bagi Kondisi Kejiwaan
Dalam sebuah perspektif personal yang diulas dalam Psychology Today, Patrick William Kelly, Ph.D., berbagi pengalaman pahitnya saat berada dalam sel isolasi ketika mengalami episode manik. Ia menyoroti ironi di mana gejala penyakit mental justru dihukum sebagai bentuk ketidakpatuhan. Kondisi isolasi yang ekstrem, yang sering kali digunakan di fasilitas penahanan, justru menjadi hal terakhir yang dibutuhkan oleh seseorang yang sedang berjuang dengan disintegrasi mental.
Menilik dari karya ilmiah berjudul A General Theory of Love yang ditulis oleh psikiater Thomas Lewis, Fari Amini, dan Richard Lannon, terungkap sebuah fakta krusial bahwa manusia saling meregulasi fisiologi satu sama lain melalui interaksi sosial. Para ahli tersebut menyatakan, “Karena manusia mengatur fisiologi satu sama lain, pengusiran dari pergaulan orang lain adalah hukuman paling kejam yang dapat kita rancang.” Oleh karena itu, menjauhkan seseorang dari kehadiran manusia lain di saat mereka kehilangan kendali atas dirinya sendiri justru memperburuk kondisi tersebut.
Krisis Sistemik dalam Penanganan Medis
Permasalahan utama yang muncul adalah ketika sistem kesehatan lebih menitikberatkan pada penilaian apakah seseorang berbahaya bagi orang lain, bukan apakah individu tersebut menderita dan membutuhkan pertolongan. Hal ini menyebabkan banyak orang dengan gangguan kesehatan mental berat, seperti gangguan bipolar atau PTSD, berakhir di penjara tanpa mendapatkan akses perawatan medis yang layak atau pengobatan yang diperlukan.
Ketika seorang individu berada dalam cengkeraman episode psikotik, respons yang seharusnya diberikan adalah perawatan berbasis kasih sayang dan kehadiran manusia yang menenangkan. Sebaliknya, sistem saat ini sering kali hanya menawarkan wadah penahanan. Moms perlu memahami bahwa interaksi antarmanusia merupakan elemen fundamental dalam menjaga kewarasan. Tanpa kehadiran orang lain atau dukungan lingkungan yang suportif, seseorang akan semakin mudah kehilangan pijakan atas realitas yang ada di sekitarnya.

