Anak Demam Bikin Panik? Ini Hal-hal yang Perlu Orang Tua Pahami

Melihat suhu tubuh anak naik memang sering bikin orang tua khawatir. Apalagi kalau si kecil mulai lemas, rewel, atau tidak mau makan dan minum seperti biasanya. Tak sedikit orang tua yang akhirnya buru-buru mencari obat penurun demam.
Padahal, demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh saat sedang melawan infeksi. Jadi, naiknya suhu tubuh bukan semata-mata sesuatu yang harus segera "dihilangkan". Yang lebih penting adalah memastikan anak tetap nyaman dan mendapatkan cukup cairan selama demam.
Menurut Dokter Spesialis Anak dan Expert kumparanMOM dr. Reza Fahlevi, Sp.A, sebelum memberikan obat demam, orang tua bisa melakukan terapi suportif terlebih dahulu.
“Sebelum anak diminumkan obat demam, diberikan terapi suportif dulu misalnya minum air banyak, kompres, istirahat dan mengatur suhu ruangan sejuk," ungkap dr. Reza pada kumparanMOM, Kamis (3/9).
Lantas, apa saja yang perlu dipahami orang tua saat anak demam?
Yang Perlu Orang Tua Pahami saat Anak Demam
1. Demam merupakan respons alami tubuh
Ketika sedang melawan infeksi, tubuh dapat meningkatkan suhu sebagai bagian dari respons imun. Karena itu, demam tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya.
Meski begitu, demam memang bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Anak mungkin menjadi lebih rewel, lemas, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan.
2. Tidak semua demam harus langsung diberi obat
Menurut dr. Reza, obat penurun demam dapat digunakan jika demam anak mencapai suhu 38°C. Namun, pemberian obat sebaiknya tetap mengikuti usia, kondisi anak, jenis obat, dan dosis yang tepat.
3. Jangan salah saat mengompres anak
Masih ada orang tua yang mengompres anak menggunakan air panas atau justru air dingin ketika demam. Padahal, mengompres dengan air yang terlalu panas maupun terlalu dingin justru bisa membuat anak semakin tidak nyaman.
4. Gunakan obat suppositoria sesuai dosis dan anjuran dokter
Dalam kondisi tertentu, obat penurun demam dapat diberikan melalui anus atau dikenal sebagai suppositoria. Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan, Moms.
Suppositoria diberikan sesuai indikasi dan dosis yang ditentukan dokter, terutama pada kondisi ketika suhu demam anak mencapai 39°C-40°C.
5. Obat penurun demam bukan untuk mengobati penyebabnya
Perlu dipahami, obat penurun demam tidak secara langsung menghilangkan penyebab infeksi yang membuat anak demam, tetapi hanya membantu menurunkan suhu, sehingga anak bisa merasa lebih nyaman.
Karena itu, selain memperhatikan suhu tubuh, orang tua juga perlu melihat gejala lain yang menyertai dan kondisi anak secara keseluruhan.
6. Jangan lupa soal cairan
Saat demam, si kecil juga bisa mengalami dehidrasi karena kehilangan lebih banyak cairan akibat peningkatan suhu tubuh. Karena itu, selama demam, berikan anak minum lebih sering.
Segera bawa ke dokter jika menunjukkan kegawatan
Moms, tak perlu langsung panik ketika melihat angka di termometer si kecil naik. Pantau kondisi anak, bantu ia tetap nyaman, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi, dan berikan obat sesuai kebutuhan serta anjuran dokter.
Jika demam disertai kondisi yang mengkhawatirkan, seperti: Anak tampak sangat lemas, sulit minum, mengalami sesak, kejang, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera periksakan ke dokter, ya.
