Anak Kena Influenza, Ini Pengobatan dan Cara Mencegah Penularannya

Influenza pada anak umumnya dapat ditangani dengan perawatan di rumah. Ya Moms, biasanya anak yang terkena influenza akan mengalami gejala seperti batuk, pilek, hingga demam.
Meski begitu, orang tua tetap perlu memerhatikan kondisi anak, terutama jika muncul gejala yang mengarah pada komplikasi. Di antaranya komplikasi pada paru-paru, serangan asma berulang, hingga dapat memicu gangguan pada sistem kardiovaskular.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, SpA mengatakan, anak sebaiknya segera dibawa ke IGD jika mengalami komplikasi, seperti sesak akibat pneumonia atau dicurigai mengalami dehidrasi karena sulit makan dan minum.
Lantas, obat apa saja yang bisa diberikan untuk mengurangi gejala influenza pada anak?
Obat untuk Anak yang Terkena Influenza
Menurut dr. Reza, pengobatan influenza pada anak umumnya bersifat simptomatik. Jadi, disesuaikan dengan gejalanya saja.
“Anak juga perlu banyak beristirahat atau bed rest, mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup, serta diberikan obat penurun demam jika diperlukan,” kata dr. Reza.
Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), jika diperlukan dokter juga bisa memberi obat antivirus pada anak, salah satunya oseltamivir. Dosis bisa disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Sementara untuk orang dewasa bisa menggunakan favipiravir.
Parasetamol juga dapat diberikan jika anak mengalami demam atau sakit kepala, sesuai dosis yang dianjurkan. Tapi, apakah perlu diberikan antibiotik?
“Antibiotik tidak direkomendasikan untuk influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus,” jelas Prof. Anggraini dalam acara webinar bersama IDAI, Jumat (15/9).
Cara Mencegah Penularan Influenza pada Anak
Influenza dapat menular secara langsung maupun tidak langsung. Virus dapat menyebar melalui percikan ketika seseorang batuk atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui tangan dan permukaan benda yang terkontaminasi, seperti ponsel, laptop, maupun gagang pintu.
Oleh karena itu, orang tua dapat mengajarkan anak untuk menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sedang sakit, rutin mencuci tangan, serta menghindari menyentuh hidung, mata, dan mulut.
Jarak dan kondisi ruangan juga perlu diperhatikan. Saat berada di ruangan tertutup, ramai, atau memiliki ventilasi yang kurang baik, penggunaan masker dan sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Vaksin Influenza Bisa Diberikan Mulai Usia 6 Bulan
Vaksin influenza juga penting diberikan mulai usia 6 bulan dan perlu diulang setiap tahun. Prof. Anggraini menjelaskan, vaksin influenza dapat memberikan perlindungan sekitar 40–60 persen untuk influenza A atau B. Vaksinasi juga tetap dianjurkan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan.
“Perlindungan vaksin tidak langsung terbentuk sehari setelah vaksinasi. Tubuh membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk respons yang diharapkan,” tutur Prof. Anggraini.
Untuk mencegah penularan, anak yang sedang mengalami gejala influenza sebaiknya menggunakan masker. Kebiasaan mencuci tangan dan vaksinasi influenza sejak usia 6 bulan yang kemudian diulang setiap tahun juga penting dilakukan.
