Kumparan Logo

Anak Sulit Fokus Belajar? Coba Cek Kebiasaan Sarapannya, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sulit fokus belajar. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sulit fokus belajar. Foto: Shutterstock.

Saat anak sulit fokus belajar, orang tua biasanya mengaitkannya dengan suasana kelas yang kurang nyaman, penggunaan gadget yang berlebihan, cara belajar yang tidak menyenangkan, atau jam tidur yang kurang.

Ya Moms, faktor-faktor itu memang bisa memengaruhi konsentrasi anak. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang juga perlu diperhatikan dari rumah: apakah anak sudah sarapan bergizi lengkap sebelum memulai aktivitas?

Sarapan bukan sekadar mengisi perut sebelum sekolah saja, Moms. Setelah tidur semalaman, tubuh tidak mendapatkan asupan selama beberapa jam. Ketika anak melewatkan sarapan, ia bisa lebih mudah merasa lapar, lemas, atau kurang bersemangat saat mengikuti pelajaran.

Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih sulit menjaga perhatian, terutama ketika harus duduk cukup lama, memahami materi baru, dan mengerjakan tugas sejak pagi hari.

Jurnal Advances in Nutrition menemukan bahwa sarapan dapat memberikan efek positif jangka pendek terhadap fungsi kognitif anak di pagi hari. Dengan begitu, kebiasaan makan pagi bisa menjadi salah satu faktor yang ikut mendukung kesiapan anak untuk belajar.

Di Indonesia, persoalan sarapan anak juga bukan hanya sekadar sudah makan atau belum. Menurut studi Quantity and Quality of Breakfast of Children Aged 2.0 to 12.9 Years in Indonesia yang dipublikasikan dalam jurnal Gizi Indonesia, dari 2.629 anak Indonesia usia 2,0–12,9 tahun, hanya 31,6 persen anak yang memiliki kuantitas sarapan yang cukup. Sementara itu, hanya 21,6 persen anak yang kualitas sarapannya tergolong baik, dan hanya 9,2 persen yang sarapannya cukup secara kuantitas sekaligus baik secara kualitas.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang tua tidak cukup hanya memastikan anak makan sesuatu di pagi hari. Isi sarapannya juga perlu diperhatikan. Dalam studi yang sama, sarapan berkualitas baik digambarkan sebagai sarapan yang mengandung sumber energi, protein, serta vitamin dan mineral. Studi tersebut juga menyinggung bahwa sarapan setiap hari merupakan salah satu pesan dalam Pedoman Gizi Seimbang di Indonesia.

Pentingnya Anak Sarapan bergizi lengkap sebelum Beraktivitas

Ilustrasi anak sedang sarapan bersama keluarga. Foto: Shuttestock.

Bagi anak, pagi hari menjadi waktu ketika tubuh mulai menggunakan energi untuk banyak aktivitas. Anak perlu berjalan, bermain, berinteraksi dengan teman, mendengarkan guru, membaca, menulis, berhitung, hingga mengingat informasi baru. Semua aktivitas itu membutuhkan kondisi tubuh yang siap, Moms.

Karena itu, menu sarapan sebaiknya tidak hanya membuat anak kenyang sesaat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizinya. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi, protein membantu mendukung pertumbuhan dan fungsi tubuh, serat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sementara vitamin dan mineral berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme energi dan kesehatan secara umum.

Namun, membangun kebiasaan sarapan bergizi lengkap kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Apakah Anda salah satunya, Moms?

Pagi hari biasanya waktu berjalan begitu cepat. Anak harus bersiap sekolah, belum lagi jika Anda juga harus memulai aktivitas. Sementara sarapan tetap perlu disiapkan. Dalam situasi seperti ini, pilihan sarapan yang mudah disiapkan seperti Energen dapat membantu Anda menjaga rutinitas pagi anak tetap konsisten.

Sarapan dengan Energen. Dok. Energen.

Selain mudah disiapkan, Energen mengandung karbohidrat, serat, susu, 10 vitamin, dan mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak sebelum beraktivitas. Kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga berperan dalam membantu tubuh menghasilkan energi, sehingga anak tidak mudah lemas saat menjalani kegiatan di sekolah.

Selain itu, kandungan sereal berserat di dalam Energen juga dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama sebelum memulai aktivitas sekolah. Dengan begitu, anak bisa memulai hari dengan kondisi tubuh yang lebih siap untuk mengikuti pelajaran dan berbagai aktivitas di sekolah, Moms

Meski begitu, sarapan tetap perlu dilihat sebagai bagian dari kebiasaan sehat yang lebih luas. Anak tetap membutuhkan tidur cukup, pola belajar yang baik, lingkungan yang mendukung, kesehatan yang terjaga, serta asupan makanan seimbang sepanjang hari. Sarapan bergizi bukan jalan pintas agar anak langsung berprestasi, tetapi bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuhnya lebih siap belajar.

Jadi, saat anak mulai terlihat sulit fokus belajar, coba cek kembali rutinitas paginya ya Moms. Apakah ia sudah tidur cukup? Apakah sempat sarapan? Apakah isi sarapannya sudah membantu memenuhi kebutuhan energi dan gizinya?

Anda dapat mulai membangun kebiasaan sarapan bergizi lengkap sejak pagi. Energen, sarapan bergizi lengkap pilihan Alodokter, bisa menjadi pilihan sarapan yang mudah disiapkan dan membantu anak memulai hari dengan lebih siap. Menariknya lagi, Anda juga dapat scan QR code di belakang kemasan Energen untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan dokter seputar kebutuhan gizi anak.