Kumparan Logo

Anak Tiba-tiba Rewel? Jangan Dikasih Gadget, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bermain gadget sambil tiduran. Foto: Just2shutter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermain gadget sambil tiduran. Foto: Just2shutter/Shutterstock

Anak tiba-tiba rewel, mudah menangis, atau tantrum setelah seharian beraktivitas? sering kali orang tua mengira anak hanya kelelahan. Padahal, perubahan perilaku tersebut juga bisa menjadi tanda anak mengalami overstimulasi.

Overstimulasi terjadi ketika anak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu tertentu, misalnya setelah berada di tempat ramai atau melakukan terlalu banyak aktivitas. Kondisi ini dapat membuat anak merasa kewalahan hingga sulit mengatur emosinya.

Tanda Anak Mengalami Overstimulasi

Ilustrasi anak nangis. Foto: Shutter Stock

Setiap anak bisa menunjukkan tanda overstimulasi yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tiba-tiba mudah menangis atau tantrum

  • Menutup telinga dan memalingkan wajah

  • Menjauh dari lingkungan sekitar

  • Anak juga bisa terlihat lari-larian tanpa tujuan

  • Lebih diam dan menarik diri

  • Sulit makan atau tidur

  • Tampak kelelahan tetapi justru semakin sulit tidur

Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, orang tua dapat memperhatikan perubahan perilaku anak, terutama jika hal tersebut muncul setelah berada di tempat ramai atau mendapatkan banyak aktivitas.

“Jadi, kalau anak sudah terlihat penuh, jangan justru ditambah stimulasi dengan mengajaknya bermain lebih banyak atau memberikan gadget supaya diam,” ujar dr. Aisya pada kumparanMOM, Selasa (1/9).

Cara Mengatasi Anak Overstimulasi

Ilustrasi anak menangis. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Saat anak mengalami overstimulasi, orang tua dapat membantu dengan mengurangi rangsangan di sekitarnya. Dokter Aisya menyarankan untuk mengajak anak ke tempat yang lebih tenang atau redup serta mengurangi suara, layar, mainan, dan interaksi.

“Berikan waktu bagi anak untuk beristirahat atau tidur. Ibu juga tidak perlu banyak berbicara atau memberikan instruksi ketika anak sedang kewalahan,” katanya.

Jika anak nyaman dengan sentuhan, pelukan juga dapat diberikan. Orang tua bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas sederhana, seperti membaca buku atau sekadar duduk bersama.

“Setelah anak tenang, lanjutkan rutinitas seperti biasa. Yang penting, orang tua tidak perlu langsung memberikan stimulasi tambahan saat anak sedang terlihat penuh,” jelasnya.

Perlu diingat, Moms, tantrum tidak selalu berarti anak mengalami overstimulasi. Coba perhatikan pola dan pemicunya agar orang tua bisa lebih memahami kondisi serta kebutuhan anak.