Kumparan Logo

Batuk Anak Bikin Overthinking? Ini yang Perlu Orang Tua Pahami

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak batuk. Foto: Jeanette Virginia Goh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak batuk. Foto: Jeanette Virginia Goh/Shutterstock

Batuk jadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak. Mendengar si kecil batuk berulang kali, apalagi sampai mengganggu tidur malam, tentu bisa bikin orang tua ikut khawatir.

Tapi, Moms, tidak semua batuk pada anak berarti harus langsung diberi obat. Ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu, terutama jika batuk yang dialami anak tergolong batuk akut.

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso, Sp.A, M.Kes, batuk akut pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

“Gejala alamiah ini membutuhkan waktu untuk mereda,” jelas dr. Ardi dalam unggahan Instagramnya, Selasa (8/9).

Artinya, selama kondisi anak masih baik dan tidak menunjukkan tanda bahaya, orang tua bisa membantu membuat anak lebih nyaman sambil memantau perkembangannya.

Tak Perlu Buru-buru Beri Obat Batuk

Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock

Saat anak mulai batuk, orang tua mungkin tergoda memberikan obat batuk sirup yang dijual bebas agar gejalanya cepat mereda.

Namun, pemberian obat batuk bebas pada anak sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. dr. Ardi menjelaskan bahwa efektivitas klinis obat batuk sirup bebas pada anak sangat rendah.

Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa setiap batuk membutuhkan obat, ya, Moms. Yang lebih penting adalah memastikan anak tetap cukup istirahat, mendapatkan cairan yang cukup, dan kondisinya terus dipantau.

Madu Bisa Bantu Redakan Batuk

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu membuat batuk anak lebih nyaman.

Untuk anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun, madu dapat diberikan untuk membantu mengurangi batuk, termasuk batuk yang muncul pada malam hari.

Ilustrasi madu. Foto: Shutterstock

Riset dari PubMEd menyebutkan bahwa madu dapat membantu mengurangi frekuensi dan gejala batuk pada anak. Namun, perlu diingat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun karena adanya risiko botulisme pada bayi.

Selain membantu meredakan gejala, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan untuk mengurangi risiko penularan virus, terutama jika batuk disebabkan oleh infeksi.

Beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menggunakan masker saat sedang batuk

  • Rajin mencuci tangan

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

Kapan Batuk Anak Perlu Diperiksakan?

Ilustrasi dokter anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Meski sebagian besar batuk akut dapat membaik dengan sendirinya, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan dokter. Segera bawa anak ke dokter jika batuk disertai:

  • Sulit bernapas atau napas menjadi cepat

  • Dada atau sela-sela iga tampak tertarik saat bernapas

  • Bibir atau wajah tampak kebiruan

  • Mengi atau muncul suara napas yang tidak biasa

  • Anak tampak sangat lemas atau kondisinya semakin memburuk

Selain itu, batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu juga sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, saat anak batuk, orang tua tidak perlu langsung panik. Perhatikan kondisi anak secara keseluruhan, bantu redakan gejalanya, dan kenali tanda-tanda kapan si kecil membutuhkan pertolongan medis.