DHA Disebut Baik untuk Otak Anak, Seberapa Penting Sih?

Orang tua tentu ingin anak tumbuh sehat sekaligus memiliki kecerdasan yang optimal. Tak heran, kandungan nutrisi dalam makanan maupun susu anak kerap menjadi pertimbangan, termasuk DHA yang sering dikaitkan dengan perkembangan otak.
Namun, benarkah DHA menjadi nutrisi paling penting untuk mendukung kecerdasan anak?
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis nutrisi yang paling penting atau bisa menggantikan peran nutrisi lainnya. Anak membutuhkan asupan gizi lengkap dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan otaknya.
Hal tersebut disampaikan Marlisye dalam acara talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10).
Menurut Marlisye, protein menjadi salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Sementara itu, untuk menunjang perkembangan kognitif, anak juga membutuhkan zat besi, zinc, iodium, serta lemak sehat seperti DHA dan omega-3.
"Kalau kita ingin anak kita bertumbuh dengan baik dan menjadi cerdas, kita harus pastikan bahwa nutrisinya tercukupi, terutama dalam seribu hari pertama kehidupannya," ucap dr. Lisye dalam acara talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10).
DHA Bukan Satu-satunya Nutrisi untuk Kecerdasan Anak
DHA atau docosahexaenoic acid merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya dalam jumlah yang cukup, DHA perlu diperoleh dari makanan.
Meski sering dikaitkan dengan kecerdasan anak, dr. Lisye menegaskan bahwa DHA tidak bisa disebut sebagai vitamin kecerdasan. Sebab, perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kecukupan nutrisi secara keseluruhan.
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tubuh, sedangkan DHA mendukung fungsi otak dan sistem saraf serta berperan dalam menjaga kesehatan retina mata. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu kandungan nutrisi ketika memilih makanan atau susu untuk anak.
Berapa Kebutuhan DHA Anak Setiap Hari?
dr. Lisye menjelaskan bahwa kebutuhan DHA anak perlu disesuaikan dengan usia. Dalam pemaparannya, ia menyebutkan perkiraan kebutuhan DHA harian sebagai berikut:
-Anak di bawah usia 2 tahun: sekitar 100 miligram per hari.
-Anak usia 2–4 tahun: sekitar 150 miligram per hari.
-Anak usia 4–6 tahun: sekitar 200–250 miligram per hari.
-Anak di atas usia 6 tahun: sekitar 250 miligram per hari.
Kebutuhan tersebut perlu dipahami sesuai konteks rekomendasi yang digunakan, karena acuan asupan DHA dapat berbeda berdasarkan usia dan pedoman gizi.
Telur dan Ikan Bisa Menjadi Sumber DHA Anak
Untuk memenuhi kebutuhan DHA, orang tua bisa menyediakan makanan bergizi yang menjadi sumber lemak sehat, termasuk ikan dan telur.
Marlisye mencontohkan, telur yang diperkaya omega-3 dapat mengandung sekitar 50–100 miligram DHA per butir, bergantung pada produknya. Sementara itu, ikan seperti salmon, lele, dan ikan kembung juga dapat menjadi pilihan sumber protein hewani sekaligus lemak sehat untuk anak.
“Jadi kalau kita bisa memastikan anak kita itu mengonsumsi ikan ataupun telur setiap harinya. Atau ikan kalau misalnya dua kali, tiga kali seminggu itu sudah cukup, maka DHA-nya harusnya sudah terpenuhi,” pungkasnya.
