Kumparan Logo

Dokter: Anak Batuk Pilek, Nggak Perlu Buru-buru Dikasih Obat

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock

Saat anak mulai batuk dan pilek, tidak sedikit orang tua yang langsung memberikan obat dengan harapan gejalanya segera hilang. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, sebagian besar kasus batuk pilek pada anak sebenarnya tidak memerlukan obat secara langsung.

Ia menjelaskan, batuk pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan, seperti flu, yang biasanya dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu.

“Sebagian besar batuk pada anak itu disebabkan oleh infeksi virus ringan, seperti flu, dan umumnya bisa membaik sendiri,” jelasnya.

Menurut dr. Aisya, batuk juga memiliki fungsi penting bagi tubuh. Karena itu, tidak semua batuk harus dihentikan dengan obat.

“Batuk itu bukan selalu musuh, justru itu adalah salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran nafas dari lendir dan juga kuman. Jadi nggak semua batuk itu harus ditekan dengan obat,” ujarnya.

Jangan Sembarangan Memberikan Obat Batuk Pilek

Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/Shutterstock

Meski banyak produk obat batuk pilek yang dijual bebas, orang tua tetap perlu berhati-hati sebelum memberikan ke anak.

“Penggunaan obat batuk pilek pada anak nggak boleh semarangannya. Pastikan yang ayah ibu kasih ke anak itu aman dan juga terdaftar di BPOM,” kata dr. Aisya.

Selain batuk, demam juga sering membuat orang tua panik. Padahal, tidak semua demam harus langsung diberikan obat.

“Kalau anak lagi demam, juga nggak harus langsung dikasih obat penurun demamnya. Kalau misalnya demamnya masih di bawah 38 derajat celsius dan anaknya masih tampak nyaman, biasanya cukup dipantau dulu, diberikan minuman yang cukup, istirahat yang cukup, dan memberikan pakaian yang nyaman,” jelasnya.

Orang tua juga disarankan untuk tetap memantau suhu tubuh anak dan memerhatikan kondisi umumnya selama masa pemulihan.

“Tetap dipantau suhunya, bersihkan hidungnya kalau lagi pilek, dan tentunya dipantau kondisi umumnya,” lanjut dr. Aisya.

Madu Bisa Membantu Meredakan Batuk

Untuk anak yang sudah berusia di atas 1 tahun, madu dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan batuk secara alami.

Namun perlu diingat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme, yaitu penyakit yang disebabkan paparan racun saraf (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum.

Jadi, Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Dokter?

Ilustrasi dokter anak. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Meski sebagian besar batuk pilek dapat sembuh sendiri, ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan orang tua, seperti:

  • Batuk disertai sesak napas

  • Napasnya cepat dan ada tarikan di dada seperti cekungan

  • Bibirnya tampak kebiruana

  • Demam tinggi berkepanjangan

  • Batuk lebih dari dua minggu

  • Lemas dan sulit untuk minum

  • Batuk sampai muntah terus menerus

  • Batuk mengi

Pada kondisi tersebut, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan yang tepat.

“Fokusnya bukan menghentikan batuknya, tapi mencari penyebabnya dan memastikan anak tetap nyaman untuk bernapas,” tutup dr. Aisya.