Jenis Batuk pada Anak: Kenali Bedanya Batuk Alergi dan Infeksi

Batuk pada anak sering kali bikin orang tua khawatir. Padahal, batuk sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari lendir maupun benda yang mengganggu.
Ya, Moms, menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, SpA, anak yang normal bahkan bisa batuk hingga 11 kali dalam sehari. Batuk juga dapat semakin sering ketika anak mengalami infeksi saluran pernapasan.
“Pada dasarnya, batuk timbul itu untuk membantu kita membersihkan seluruh napas dari segala macam benda yang berbahaya," kata dr. Reza pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Jenis Batuk pada Anak Berdasarkan Durasi
Berdasarkan durasinya, jenis batuk pada anak terbagi menjadi batuk akut dan kronik.
Batuk akut berlangsung kurang dari dua minggu
Batuk kronik terjadi lebih dari dua minggu.
"Ada pula batuk kronik berulang, yaitu batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu dan berulang sedikitnya tiga episode dalam tiga bulan," jelas dr. Reza.
Beda Batuk Alergi dan Batuk karena Infeksi
Selain durasi, penyebab batuk pada anak juga dapat dilihat dari gejala yang menyertainya.
"Batuk alergi biasanya terasa kering, berulang, dan muncul pada waktu tertentu, terutama pagi atau malam hari. Anak umumnya tetap aktif, tidak mengalami demam, serta dapat memiliki riwayat alergi dalam keluarga," ujarnya.
Sementara itu, batuk karena infeksi biasanya disertai demam. Anak juga dapat terlihat lesu dan kurang nafsu makan. Penyebabnya bisa berasal dari virus maupun bakteri.
“Jika sudah muncul ciri-ciri seperti itu, yang perlu diobati adalah penyakit dasarnya, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya," pesan dr. Reza.
Jadi jika anak batuk, orang tua dapat membantu mengurangi gejalanya dengan memperbanyak minum air. Bila diperlukan, obat pelancar batuk dapat diberikan sesuai anjuran dokter.
Namun, jika batuk pada anak terus-menerus, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyakit dasar yang menjadi penyebabnya, ya, Moms.
