Kelihatannya Cuma Minum dari Gelas, tapi Anak sedang Belajar Banyak

Kelihatannya mengajari anak minum dari gelas adalah hal sepele. Padahal bagi bayi dan balita, kemampuan ini ternyata juga menjadi bagian dari proses belajar makan dan melatih kemandirian.
Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Armandito, Sp.A, menjelaskan bahwa minum dari gelas memiliki sejumlah manfaat untuk perkembangan anak.
Ini Manfaat Anak Perlu Belajar Minum dari Gelas
1. Melatih Otot Jari dan Tangan
Belajar memegang gelas dapat membantu memperkuat otot-otot jari dan tangan anak. Kemampuan ini nantinya juga dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti memegang benda, menggunakan sendok dan garpu, hingga menggambar.
2. Mendukung Kemampuan Makan dan Bicara
Aktivitas minum juga melibatkan otot-otot di area mulut, lidah, dan rahang. Melatihnya dapat membantu anak dalam proses belajar minum, makan, hingga berbicara.
3. Mengajarkan Perilaku saat Makan
Minum dari gelas dapat menjadi bagian dari proses anak mempelajari kebiasaan dan perilaku saat waktu makan. Anak perlahan belajar menggunakan peralatan makan dan minum secara mandiri.
4. Mendorong Kemandirian Anak
Ketika anak mulai mampu memegang gelas dan minum sendiri, ia juga belajar melakukan salah satu kebutuhan sehari-hari tanpa selalu bergantung pada orang tua.
5. Membantu Lepas dari Botol
Bagi anak yang masih minum menggunakan botol, belajar minum dari gelas juga dapat menjadi salah satu tahap untuk mempersiapkan proses menyapih dari botol susu.
Berapa Kali Anak Perlu Minum dalam Sehari?
Selain mengajarkan cara minum, orang tua juga perlu membiasakan anak minum secara teratur. Salah satu rekomendasinya adalah minum sekitar 6–8 kali sehari, pada waktu yang kurang lebih sama setiap harinya.
“Jangan minum sedikit-sedikit sepanjang hari (graze). Usahakan untuk menghabiskan setiap minuman dengan cepat,” ucap dr. Radhian dalam acara launching Phanpy eksklusif di Mothercare, Jumat (14/8).
Waktu minum dapat disesuaikan dengan rutinitas anak, misalnya:
-Saat sarapan
-Waktu istirahat
-Makan siang
-Sore atau saat pulang
-Waktu minum sore
-1–2 jam sebelum tidur
Kebiasaan minum secara teratur dapat membantu anak mengenali rutinitas minumnya. Orang tua juga dapat menyesuaikan jumlah dan frekuensi minum dengan kebutuhan masing-masing anak.
Perhatikan Kebutuhan Kalsium Anak
Kebutuhan kalsium juga menjadi bagian penting dalam asupan anak. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi The Association of UK Dietitians (Juli 2014), anak usia 1–10 tahun membutuhkan sekitar 350–550 mg kalsium per hari.
Sementara itu, anak usia 11–18 tahun membutuhkan sekitar 800–1.000 mg kalsium per hari. Sebagai gambaran, sekitar 200 ml susu mengandung 240 mg kalsium.
Jadi, mengajarkan anak minum dari gelas bukan sekadar membuat mereka terbiasa meninggalkan botol. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari proses belajar makan, melatih kemampuan motorik, serta membantu anak tumbuh lebih mandiri.
