Kumparan Logo

Kenapa Anak 3 Tahun Berasa Paling Tahu Segalanya? Kenalan Sama Fase "Threenager

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock

"Sayur ini pahit!" — padahal belum dicicip.

"Aku nggak ngantuk!" — padahal sudah menguap berkali-kali.

Familiar dengan kata-kata anak tersebut, Moms? Jika Anda sering dengar celetukan penuh keyakinan seperti ini dari si kecil yang baru berusia 3 tahun, tenang saja, ini bukan hal yang aneh.

Mengutip Psychology Today, fase ini punya sebutan tersendiri di kalangan orang tua, yaitu "threenager" — gabungan dari kata "three" dan "teenager". Istilahnya memang mengacu pada usia remaja, tapi tingkahnya sudah muncul lebih dulu: anak mulai punya pendapat sendiri dan berani banget menyampaikannya, meski belum tentu tepat.

Kenapa Anak 3 Tahun Bisa Sebegitu Yakinnya?

Menurut teori tahap perkembangan kognitif dari Jean Piaget, anak usia ini berada di tahap *preoperational*, di mana ia belum sepenuhnya bisa membedakan sudut pandangnya sendiri dengan sudut pandang orang lain. Ia juga belum memiliki kemampuan yang disebut "theory of mind" secara matang — yaitu kesadaran bahwa isi kepala orang lain bisa berbeda dari isi kepalanya sendiri. Kemampuan ini baru berkembang lebih matang di usia 4-5 tahun.

Karena itu, ketika si kecil merasa "tahu" sesuatu, ia otomatis meyakini semua orang di sekitarnya juga tahu hal yang sama.

Ada juga temuan menarik dari riset psikologi anak: balita cenderung melebih-lebihkan seberapa banyak yang sebenarnya mereka ketahui. Jadi, saat anak ngotot dengan pendapatnya, itu bukan soal keras kepala, melainkan karena ia memang belum bisa mengukur batas pengetahuannya sendiri.

Bagian Normal dari Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi anak menolak makan sayur Foto: Thinkstock

Kabar baiknya, fase ini adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang anak, Moms — bukan tanda ada yang salah dengan cara pengasuhan. Beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk menghadapinya:

- Validasi dulu perasaan anak sebelum mengoreksi

- Berikan pilihan, bukan perintah satu arah

- Tidak perlu "memenangkan" argumen dengan anak usia 3 tahun

- Bersabar, karena fase ini biasanya mereda seiring bertambahnya usia

Jadi, lain kali si kecil bersikeras dengan pendapatnya yang belum tentu benar, Moms bisa lebih santai menghadapinya. Anggap saja ini drama kecil sebelum drama besar bernama masa remaja yang sesungguhnya nanti.