Mudah Menular di Sekolah dan Daycare, Ini Cara Cegah Influenza pada Anak
·waktu baca 3 menit

Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A, menjelaskan bahwa penularan penyakit seperti influenza pada anak sering kali terjadi dengan sangat mudah dan cepat, terutama di lingkungan yang melibatkan banyak interaksi seperti sekolah dan daycare. Hal ini tidak terlepas dari cara virus menyebar, yang ternyata bukan hanya melalui udara, tetapi juga melalui berbagai permukaan benda yang sering disentuh.
“Cara penularannya kan bisa dari apa? Ngomong. Hacciimmm, virusnya werrrrr sekian meter ke depan,” tutur dr. Kanya dalam acara Media Brief – Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, di Jakarta Pusat, Kamis (23/4).
Tak sedikit orang hanya menyadari bahaya dari udara yang terhirup, tetapi sebenarnya ancaman tidak berhenti di situ. Partikel virus juga dapat menempel pada pakaian, meja, mainan, gagang pintu, hingga saklar lampu. Artinya, benda-benda yang terlihat bersih sekalipun bisa menjadi media penularan jika tidak rutin dibersihkan.
Penularan Cepat di Lingkungan Anak
Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi ini. Di sekolah atau tempat penitipan anak, mereka sering berinteraksi secara dekat, berbagi mainan, dan belum memiliki kebiasaan menjaga kebersihan tangan dengan baik.
Misalnya, seorang anak yang bersin kemudian mengusap hidungnya, lalu menyentuh meja atau mainan. Anak lain yang menyentuh benda yang sama berpotensi tertular jika kemudian menyentuh wajahnya, terutama hidung, mulut, atau mata.
Pentingnya Kebersihan dan Disinfeksi
Untuk mengurangi risiko penularan, dr. Kanya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di rumah. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, seperti batuk atau pilek, maka langkah pencegahan harus segera dilakukan. Salah satunya adalah dengan rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh menggunakan cairan disinfektan.
“Makanya kalau di rumah ada yang sakit, batuk, pilek, maka rajin-rajin lah disinfektan permukaannya air juga. Meja, kursi, mainan, pegang pintu, saklar, lampu, semuanya kita lap-lap bersih pakai disinfektan,” tegasnya.
Berdasarkan Data Epidemiologi: Pentingnya Memilih Vaksin yang Sesuai
Selain menjaga kebersihan, langkah pencegahan influenza juga perlu mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam dunia kesehatan. Berdasarkan data epidemiologi global, virus influenza tipe B garis keturunan B/Yamagata saat ini sudah tidak lagi terdeteksi bersirkulasi secara luas di dunia.
Hal ini menjadi perhatian penting dalam pemilihan vaksin influenza, karena komposisi vaksin terus diperbarui mengikuti jenis virus yang masih aktif beredar. Dengan demikian, memilih vaksin flu yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi terbaru yang mengacu pada virus yang masih bersirkulasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap infeksi.
Selain itu, penting juga untuk orang tua membiasakan anaknya mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah bermain, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan perlindungan yang signifikan.
Edukasi Etika Batuk dan Kebiasaan Pencegahan Influenza
Tidak kalah penting, orang tua juga perlu mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar, seperti menutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu, serta segera membuang tisu bekas pakai ke tempat sampah. Edukasi ini perlu dilakukan sejak dini agar anak terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Sependapat dengan dr. Kanya, Anggota Tim Ahli Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., menegaskan bahwa pencegahan influenza tidak hanya lewat vaksin, tetapi juga disiplin kebiasaan seperti memakai masker saat sakit, membatasi aktivitas, menjaga jarak, dan tidak menyentuh wajah, terutama mata.
Dengan memahami penularan dan menerapkan pencegahan yang tepat, risiko influenza dapat ditekan. Kebersihan dan pola hidup sehat menjadi kunci melindungi anak dari penyakit menular.
“Pakai masker, kalau sakit jangan blusukan ke mana-mana. Kalau ada orang sakit, jangan deket-deket. Jangan menyentuh mata. Karena virusnya bisa masuk ke dalam mata,” tutur Prof. Soedjatmiko.
