Perempuan Lebih Banyak Gunakan KB, Bagaimana dengan Laki-laki?

Keluarga berencana menjadi salah satu bagian penting dalam merencanakan kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Namun, penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia masih lebih banyak dilakukan oleh perempuan.
Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, sebanyak 62,56 persen perempuan kawin usia 15–49 tahun tercatat sedang menggunakan kontrasepsi.
Penggunaan Kontrasepsi Masih Didominasi Perempuan
Dari angka tersebut, 59,90 persen menggunakan metode kontrasepsi modern, sedangkan 2,66 persen menggunakan metode tradisional.
Jika dilihat dari jenis kontrasepsi yang digunakan, metode yang paling banyak dipilih perempuan adalah suntik sebesar 31,11 persen, diikuti pil 10,13 persen, implan 7,60 persen, dan tubektomi 3,37 persen.
Sementara itu, penggunaan kontrasepsi yang secara langsung dilakukan laki-laki tercatat jauh lebih rendah. Vasektomi hanya 0,07 persen, sedangkan penggunaan kondom sebesar 1,44 persen.
Data tersebut menunjukkan penggunaan kontrasepsi masih jauh lebih didominasi perempuan dibandingkan laki-laki.
Padahal, keputusan untuk memiliki anak merupakan keputusan bersama pasangan. Begitu pula dengan perencanaan kehamilan dan pengaturan jumlah anak yang ideal bagi keluarga.
Oleh karena itu, pembahasan soal KB tidak hanya perlu dibebankan kepada perempuan, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi dan keputusan bersama antara suami dan istri.
