Kumparan Logo

Riset: Di Usia 3 Tahun, Anak Mulai Bisa Bedakan Tawa Ramah dan Tawa Ngeledek

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak usil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Anak usil. Foto: Shutter Stock

Moms, ternyata kemampuan anak membaca situasi sosial sudah mulai berkembang sejak usia dini. Bahkan, cara seseorang tertawa bisa menjadi salah satu informasi yang mereka gunakan.

Ya, Moms, menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child Psychology, anak usia 3–5 tahun sudah mulai bisa membedakan jenis-jenis tawa.

Penelitian yang melibatkan 150 anak usia 3, 4, dan 5 tahun tersebut bertujuan untuk melihat apakah anak-anak dapat menangkap informasi sosial yang tersirat dari cara seseorang tertawa.

Ilustrasi anak balita perempuan tersenyum ceria. Foto: Shutter Stock

Mereka diperdengarkan rekaman dua jenis tawa, yaitu affiliative laughter, atau tawa yang menunjukkan keramahan dan kedekatan, serta dominance laughter, yaitu tawa yang menyampaikan kesan dominasi atau ejekan.

Hasilnya cukup menarik. Secara keseluruhan, anak-anak dapat membedakan kedua jenis tawa tersebut lebih baik daripada sekadar menebak secara acak. Namun, mereka ternyata lebih mudah mengenali tawa yang terdengar mengejek atau dominan.

Akurasi anak dalam mengenali tawa jenis ini mencapai sekitar 71 persen, sementara untuk tawa ramah sekitar 46 persen. Kemampuan tersebut juga terlihat semakin berkembang seiring bertambahnya usia anak dalam rentang 3–5 tahun.

Tawa Seseorang Bisa Memengaruhi Pilihan Teman Bermain

Ilustrasi anak main bersama. Foto: Shutter Stock

Peneliti kemudian melihat apakah cara anak mengenali tawa tersebut berpengaruh pada keputusan sosial mereka. Anak ditanya apakah mereka mau bermain dengan orang yang memiliki jenis tawa tertentu.

Hasilnya, sekitar 65 persen anak memilih bermain dengan orang yang tertawa ramah. Sementara itu, hanya sekitar 41 persen anak yang memilih bermain dengan orang yang memiliki tawa yang terdengar mean atau dominan.

Dengan kata lain, anak bukan hanya mulai bisa menangkap perbedaan dari suara tawa, tetapi juga menggunakan informasi tersebut ketika membuat pilihan sosial.

Menariknya lagi, kecenderungan ini semakin terlihat pada anak yang lebih tua dalam rentang usia penelitian.

Jadi, Anak Sudah Bisa “Baca Vibes”?

Ilustrasi anak bahagia. Foto: Shutter Stock

Kalau dibahas dengan bahasa sehari-hari, bisa dibilang anak mulai belajar membaca vibes orang lain. Tapi, bukan berarti anak usia 3 tahun sudah bisa mengetahui seseorang baik atau jahat hanya dari cara tertawanya, ya, Moms.

Penelitian ini lebih tepat menunjukkan bahwa anak mulai mampu menangkap sinyal sosial dari cara seseorang tertawa dan menggunakannya untuk memperkirakan apakah interaksi dengan orang tersebut terasa menyenangkan atau tidak.

Kemampuan seperti ini merupakan bagian dari perkembangan sosial anak. Seiring bertambahnya usia, anak belajar memahami bukan hanya apa yang dikatakan seseorang, tetapi juga berbagai petunjuk nonverbal seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan perilaku.