Tulisan Anak Tidak Rapi dan Sulit Fokus, Kapan Perlu Khawatir?

Melihat tulisan anak masih berantakan saat belajar mungkin membuat orang tua khawatir. Apalagi jika anak juga membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugas atau terlihat tidak fokus saat menulis.
Namun, tulisan yang belum rapi tidak selalu menandakan adanya masalah pada anak. Menurut psikolog, Madeline Jessica, M.Psi., Psikolog menulis merupakan kegiatan yang cukup kompleks dan membutuhkan berbagai kemampuan.
“Anak perlu memiliki kekuatan dan koordinasi tangan, kemampuan mengontrol pensil, koordinasi mata dan tangan, kemampuan memerhatikan, hingga keterampilan mengenali serta membentuk huruf,” jelas Madeline pada kumparanMOM, Selasa (8/9).
Karena itu, pada anak yang masih kecil dan sedang belajar menulis, tulisan yang belum rapi masih dapat menjadi bagian dari proses perkembangannya.
Kapan Orang Tua Harus Mulai Memberi Perhatian Lebih?
Orang tua dapat memberikan perhatian lebih apabila kesulitan menulis terus terjadi, tidak menunjukkan perkembangan, atau mulai mengganggu proses belajar anak.
Beberapa hal yang dapat diamati, misalnya anak:
Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menulis
Cepat merasa lelah setiap kali menulis
Sangat kesulitan memegang pensil
Menghindari kegiatan menulis
Mudah frustrasi ketika harus menulis
“Selain melihat kemampuan menulis, orang tua juga bisa memperhatikan apakah kesulitan koordinasi tangan terlihat dalam aktivitas lain. Misalnya, ketika anak menggunting, menggunakan alat makan, mengancingkan baju, atau melakukan kegiatan lain yang membutuhkan koordinasi tangan,” kata Madeline.
Anak Sulit Fokus Saat Menulis, Apakah Bermasalah?
Anak yang terlihat kurang fokus ketika menulis juga belum tentu mengalami masalah perhatian, Moms.
Bisa jadi, anak merasa kesulitan mengerjakan tugas tersebut sehingga membutuhkan usaha yang jauh lebih besar untuk menyelesaikannya. Ketika mengalami kesulitan, anak dapat terlihat mudah terdistraksi, menghindari tugas, atau bahkan menjadi frustasi.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label kepada anak.
Jika kesulitan tersebut terus terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar, orang tua dapat berkonsultasi dengan psikolog atau profesional yang sesuai untuk membantu mengetahui penyebabnya.
“Tugas kita bukan memaksa semua anak menjadi hebat dalam hal yang sama, tetapi membantu mereka mengenali kekuatannya sambil tetap mendukung area yang masih perlu dikembangkan,” tutup Madeline.
