Viral Bayi Dipijat Kasar Pakai Daun Sirih, Bagaimana Harusnya Pijat yang Aman?
ยทwaktu baca 3 menit

Video seorang bayi yang dipijat dengan cara kasar sambil menggunakan daun sirih viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah praktik pijat bernama Rumah Sirih di kawasan Jakabaring, Sumatera Selatan.
Dalam video yang beredar, bayi tampak menangis histeris saat tubuhnya digerakkan dengan tekanan keras. Rekaman itu pun memicu kekhawatiran publik soal keamanan praktik pijat bayi yang tidak sesuai prosedur.
Menanggapi hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan mendatangi lokasi praktik pijat bayi tersebut untuk memberikan edukasi. Melalui unggahan mereka, IDAI Sumsel menegaskan bahwa pijat bayi seharusnya bertujuan membuat bayi nyaman, bukan takut, nyeri, atau merasa terpaksa.
Lalu, seperti apa pijat bayi yang aman dilakukan?
Bagaimana Pijat Bayi yang Aman?
Pijat bayi pada dasarnya adalah sentuhan lembut yang dilakukan untuk membantu bayi rileks, tidur lebih nyenyak, dan mempererat bonding dengan orang tua. Namun, pijat harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan memperhatikan kenyamanan bayi.
Berikut prinsip pijat bayi yang aman:
1. Pastikan Bayi dalam Kondisi Tenang
Pijat sebaiknya dilakukan saat bayi sedang tenang, tidak lapar, tidak mengantuk berat, dan tidak rewel.
2. Gunakan Tekanan Lembut
Gerakan pijat cukup berupa usapan ringan hingga sedang. Hindari menekan terlalu keras, menarik anggota tubuh, atau memaksa sendi bayi bergerak.
3. Mulai dari Area Kaki
Biasanya pijat dimulai dari kaki lalu naik ke tangan, dada, perut, dan punggung. Area ini umumnya membuat bayi lebih mudah beradaptasi dengan sentuhan.
4. Perhatikan Respons Bayi
Jika bayi menangis, terlihat kesakitan, menegang, atau berusaha menghindar, segera hentikan pijatan.
5. Gunakan Minyak yang Aman
Bila diperlukan, gunakan minyak khusus bayi atau baby oil yang aman di kulit bayi dan tidak menimbulkan iritasi.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Memijat Bayi
Ada beberapa tindakan yang sebaiknya dihindari, antara lain:
* Menekan tubuh bayi terlalu keras
* Memutar leher atau sendi bayi
* Menarik tangan dan kaki secara paksa
* Memijat saat bayi demam atau sakit
* Melakukan teknik tanpa pengetahuan yang benar
Tubuh bayi masih sangat rentan, sehingga gerakan kasar bisa meningkatkan risiko cedera pada otot, sendi, bahkan tulang.
Bila Ingin Pijat Bayi, Ke Mana Sebaiknya?
Orang tua disarankan memilih tenaga kesehatan atau terapis pijat bayi yang sudah terlatih. Bisa juga meminta panduan dari dokter anak atau bidan agar pijat dilakukan dengan aman di rumah.
Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa tidak semua praktik pijat tradisional aman untuk bayi. Jika bayi menangis hebat dan terlihat kesakitan, itu bukan tanda terapi berhasil, melainkan sinyal bahwa bayi tidak nyaman.
