Melihat Langsung Pulihnya Fukushima Pasca Tragedi Nuklir

Diplomat Indonesia sejak 2012. Suka jalan-jalan, kuliner, Bruno Mars dan The Weeknd.
Konten dari Pengguna
12 November 2022 15:52
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Monica Sonya Maria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sempat terlintas kecemasan, saat diminta melihat langsung upaya pemulihan yang dilakukan Pemerintah Jepang untuk pembangunan di kota Fukushima, Jepang pasca Gempa Besar Jepang Timur pada 11 Maret 2011.
ADVERTISEMENT
Apakah kualitas udara Fukushima sudah aman dari cemaran radiasi nuklir? Apakah hasil buminya sudah aman untuk dikonsumsi?
Sekilas tentang Fukushima
Fukushima adalah prefektur (provinsi) di timur laut Jepang dengan luas 13,784 km2 atau terluas ke-3 dari 47 prefektur di Jepang, dan hanya dihuni sekitar 1,8 juta penduduk. Fukushima berjarak 290 km dari Tokyo, dan dapat dijangkau dengan menempuh 1,5 jam perjalanan dengan shinkansen (kereta cepat).
Peta Jepang yang terbagi menjadi 47 prefektur. Prefektur Fukushima (no. 7) masuk dalam wilayah Tohoku atau timur laut Jepang. (Dok: Wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Peta Jepang yang terbagi menjadi 47 prefektur. Prefektur Fukushima (no. 7) masuk dalam wilayah Tohoku atau timur laut Jepang. (Dok: Wikipedia)
Fukushima diberkati dengan alam yang indah, tanah yang subur dan air yang melimpah, dan merupakan penghasil produk pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Selain itu, prefektur ini juga memiliki banyak perusahaan terkemuka di bidang teknologi seperti robotika dan energi.
Bencana Nuklir Fukushima
11 tahun silam, Fukushima hancur parah bahkan disebut "ghost town" karena terbengkalai ditinggal penduduknya. Lebih dari 300.000 penduduknya dievakuasi akibat gempa berskala 9 richter yang memicu tsunami 40 meter; dan menyebabkan bocornya reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi. Kebocoran reaktor nuklir ini menyebarkan radiasi ke seluruh wilayah dan kepanikan di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Saat ini, kondisi di prefektur Fukushima mayoritas sudah aman dari radiasi nuklir, hanya 2,4% dari luas daratan Fukushima yang masih terdampak radiasi, namun tidak perlu khawatir karena lokasinya berjarak 60 km jauh dari pusat kota, yakni di kota Okuma.
Tingkat kanker dan penyakit lainnya akibat paparan radiasi langsung di wilayah tersebut telah menurun. Radiasi lingkungan di sebagian besar prefektur hampir sama dengan kota lainnya di Jepang dan di seluruh dunia. Risiko kesehatan jauh lebih kecil daripada yang ditakuti setelah bencana.
Seorang penjaga keamanan bertugas memeriksa izin khusus bagi pengendara di pos perlintasan untuk memasuki kota Okuma, prefektur Fukushima. Sebagian bangunan di PLTN Fukushima Daiichi terlihat pada latar belakang. (Dok: Hiro Komae)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang penjaga keamanan bertugas memeriksa izin khusus bagi pengendara di pos perlintasan untuk memasuki kota Okuma, prefektur Fukushima. Sebagian bangunan di PLTN Fukushima Daiichi terlihat pada latar belakang. (Dok: Hiro Komae)
Pulihnya Ekonomi Fukushima
Setelah 11 tahun terpuruk, kini ekonomi Fukushima berangsur membaik. Bahkan, Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Fukushima pada tahun 2020 mencapai lebih dari USD69,3 Miliar, atau berada pada ranking 20 dari 47 prefektur lainnya (Data: Statistics Bureau of Japan).
ADVERTISEMENT
Pasca kebocoran di PLTN Fukushima, reputasi Fukushima sempat rusak karena banyak negara asing menerapkan larangan impor produk pangan dan hasil laut Fukushima, yang mengakibatkan penurunan ekonomi prefektur tersebut. Namun kini, mayoritas negara, termasuk Indonesia, telah mencabut larangan impor komoditas pangan asal Fukushima.
Fruit Kingdom
Salah satu penopang pemulihan ekonomi Fukushima, adalah industri pertanian. Fukushima dikenal sebagai "Fruit Kingdom" karena keunggulan cita rasa buah yang dibudidayakan secara organik. Selain itu, Fukushima juga menerapkan sistem agro-farming, sehingga bisa panen hasil pertanian berkualitas sepanjang tahun.
Pasca bencana nuklir, teknologi terbaru digunakan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian premium dan mengembalikan reputasi Fukushima. Hal ini adalah upaya mengembalikan kepercayaan internasional untuk mencabut larangan impor produk pangan asal Fukushima.
Briefing Pemda setempat kepada perwakilan diplomatik asing di Marusei Orchard, Fukushima,  terkait budi daya organik untuk anggur kyoho, yang aman dikonsumsi dan sudah lolos uji keamanan pangan. (Dok: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Briefing Pemda setempat kepada perwakilan diplomatik asing di Marusei Orchard, Fukushima, terkait budi daya organik untuk anggur kyoho, yang aman dikonsumsi dan sudah lolos uji keamanan pangan. (Dok: pribadi)
Hasil pertanian Fukushima telah memperoleh sertifikasi GAP/ Good Agricultural Practice sejak tahun 2013, dan tren penjualan terus melesat naik, bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum bencana nuklir 2011. Selain dikenal sebagai produsen beras dan sake, hasil pertanian lainnya antara lain buah apel, cherry, kesemek, pir, stroberi dan anggur kyoho.
ADVERTISEMENT
Anggur kyoho merupakan salah satu hasil pertanian andalan Fukushima, berwarna ungu kehitaman, memiliki keistimewaan dengan ukuran yang lebih besar, tanpa biji, juicy dan rasanya sangat manis dengan sedikit asam. Anggur Kyoho juga sering diproses menjadi wine. Satu tangkai anggur kyoho berkisar mulai harga 2.500 yen atau Rp 280.000.
Bersama salah satu pengelola perkebunan anggur kyoho di Marusei Orchard, Fukushima. Selama kunjungan lapangan, penulis diminta mengenakan kalung berupa alat pengukur radiasi udara, dan terbukti hasilnya sudah bebas radiasi. (Dok: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Bersama salah satu pengelola perkebunan anggur kyoho di Marusei Orchard, Fukushima. Selama kunjungan lapangan, penulis diminta mengenakan kalung berupa alat pengukur radiasi udara, dan terbukti hasilnya sudah bebas radiasi. (Dok: pribadi)
Pendirian Pusat Riset dan Pengembangan Teknologi
Pemerintah Jepang telah berupaya melakukan pemulihan secara berkala sejak bencana itu terjadi. Salah satu upaya pemulihan didukung dengan pendirian Fukushima Regional Collaborative Research Center (FRECC) untuk melakukan berbagai riset dan pengembangan berkesinambungan terkait pemanfaatan teknologi dalam menurunkan tingkat radiasi nuklir.
Selain itu, Pemerintah Jepang juga memprioritaskan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang aman, melalui pendirian Fukushima Renewable Energy Institute (FREA) sebagai pusat riset untuk energi surya, angin, panas bumi, dan hidrogen. Per tahun 2020, pembangkit listrik EBT ini bisa memenuhi 43,3% dari total kebutuhan energi di Fukushima.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di pusat kota Fukushima untuk energi bersih yang lebih aman (Dok: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di pusat kota Fukushima untuk energi bersih yang lebih aman (Dok: pribadi)
Pembersihan Zat Radioaktif
ADVERTISEMENT
Pemulihan Fukushima juga dilakukan dengan secara berkala melakukan pembersihan zat radioaktif dengan cara mengangkat permukaan tanah dan dipindahkan ke tempat yang aman dan jauh dari jangkauan masyarakat.
Jepang juga telah bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional untuk menyaring air yang terkontaminasi dengan menghilangkan isotop berbahaya. Kemudian akan diencerkan dan dilepaskan ke laut untuk melanjutkan penonaktifan fasilitas nuklir. Air ini telah diolah dengan sistem The Advanced Liquid Processing System (ALPS), dan rencananya akan dilepas ke laut lepas pada musim semi tahun 2023.
Tangki penyimpanan berwarna abu-abu, krem, dan biru berisi lebih dari 1,3 juta ton air radioaktif di PLTN Fukushima. (Dok: Kyodo News)
zoom-in-whitePerbesar
Tangki penyimpanan berwarna abu-abu, krem, dan biru berisi lebih dari 1,3 juta ton air radioaktif di PLTN Fukushima. (Dok: Kyodo News)
Sudah 11 tahun berlalu sejak Bencana Gempa Besar Jepang Timur yang terjadi pada tahun 2011. Fukushima telah berhasil melalui banyak kesulitan. Perkembangan Fukushima diakui dunia sebagai salah satu pemulihan bencana yang tercepat.
ADVERTISEMENT
Penulis sangat terkesan dengan berbagai upaya Pemerintah Jepang dalam perencanaan berkelanjutan dan strategi manajemen bencana untuk membangun kembali Fukushima.
Mengutip Hayao Miyazaki, co-founder Studio Ghibli, "I think we should stop using nuclear power plants because it's an old system that we can't control".
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020