Konten dari Pengguna

Cara Sosiologi Atasi Isolasi Sosial di Era Digital

Yusran

Yusran

Pendidik di SMA Islam Athirah 1 Makassar

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yusran tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap individu sibuk dengan smartphone masing-masing
zoom-in-whitePerbesar
Setiap individu sibuk dengan smartphone masing-masing

Meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan kemudahan dan manfaat yang luar biasa untuk manusia.

Namun, sisi lain dari kemajuan teknologi ini adalah munculnya isolasi sosial di era digital. Isolasi sosial dapat diartikan sebagai keadaan di mana individu kehilangan keterhubungan sosial dengan orang lain, lingkungan, atau masyarakat sekitarnya.

Hal ini dapat terjadi karena individu lebih banyak terpaku pada interaksi virtual melalui teknologi digital daripada interaksi langsung dengan orang lain di kehidupan nyata.

Peningkatan isolasi sosial ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik manusia, meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, menjaga keterhubungan sosial dan mengurangi isolasi sosial di era digital menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh sosiologi.

Ilustrasi keluarga sibuk main handphone. Foto: Odua Images/Shutterstock

Salah satu cara untuk mengurangi isolasi sosial adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Sosiologi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran ini melalui penelitian dan advokasi. Misalnya, melalui penelitian tentang dampak isolasi sosial pada kesehatan dan kesejahteraan manusia, sosiologi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Dengan memahami dampak negatif isolasi sosial, manusia dapat lebih memperhatikan dan menghargai hubungan sosial yang ada di sekitar mereka.

Ilustrasi seorang perempuan berkencan lewat aplikasi di ponsel pintar Foto: Shutterstock

Selain itu, sosiologi juga dapat mempromosikan interaksi sosial dengan menggunakan teknologi digital sebagai alat yang dapat memfasilitasi interaksi langsung antara manusia.

Salah satu contohnya adalah dengan memfasilitasi kelompok-kelompok online dengan topik-topik tertentu, seperti kelompok penggemar olahraga atau kelompok diskusi tentang seni dan budaya.

Dengan memfasilitasi kelompok-kelompok ini, manusia dapat lebih mudah terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, dan secara otomatis dapat membangun hubungan sosial.

Kesimpulannya, meningkatnya isolasi sosial di era digital adalah masalah yang serius yang perlu dijawab oleh sosiologi. Namun, sosiologi dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan interaksi sosial dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, diharapkan bahwa sosiologi dapat terus melakukan upaya-upaya untuk menjaga keterhubungan sosial dan meminimalkan dampak negatif dari isolasi sosial di era digital.