Metode Ini Bikin Otak Langsung ‘Klik’ Saat Belajar

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta fakultas syariah dan hukum prodi perbandingan mazhab
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Saiful Haris tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah membaca sesuatu berulang-ulang tapi tetap tidak paham-paham? Atau sulit mengingat materi-materi panjang? Ataupun berhasil menghafal, namun dengan sekejap lupa? Jika iya, jangan terburu-buru mengklaim otak kita yang lemot, mungkin sebenarnya otak kita itu cepat, namun cara belajarnya yang salah. Lewat artikel ini, saya akan berbagi cara jitu agar otak kita langsung ‘klik’ saat belajar. Cara ini bukan berasal dari Jepang, Cina, bahkan Eropa, tapi metode ini berasal dari literatur keislaman. Panggil saja tasyjir, metode tepat bagi kamu yang ingin cepat paham dalam belajar. Istilah ini berasal dari kata syajarah (pohon), karena bentuknya menyerupai ranting-ranting yang bercabang dari satu pokok pembahasan utama. Metode visualisasi ilmu dalam bentuk bagan pohon bercabang ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman struktur isi suatu pembahasan. Cara ini bukan hanya sekadar mencatat atau menghafal, namun mengajak kita untuk berpikir menyusun struktur materi.
Fungsi utama tasyjir adalah untuk menyusun informasi secara bertingkat dan sistematis. Tasyjir menunjukkan hubungan pokok dan cabang dalam suatu topik, meringkas lafal tanpa menghilangkan makna, membantu menyusun ulang teks panjang menjadi lebih ringkas, serta memudahkan menghafal dan memahami isi materi. Metode ini cocok untuk pelajar yang sering kesulitan memahami dan menghafal suatu materi. Bahan metode ini pun cocok digunakan oleh para guru untuk menyampaikan materi agar mudah dicerna siswanya.
Kenapa Harus Pakai Tasyjir?
1. Lebih ringkas dan materi tersampaikan dengan cara yang rapi, menarik, dan tidak membosankan.
2. Lebih mudah untuk menghafal dan memahami materi.
3. Cara buatnya mudah dan fleksibel, seperti di buku catatan atau media digital seperti PowerPoint, Canva, Notability, atau AI tools.
4. Naik level dalam menyerap ilmu. Tasyjir melatih critical thinking, memahami struktur logika, dan membuka wawasan menyeluruh.
5. Memudahkan kita untuk menyampaikan kembali isi materi, karena poin materi sudah terangkum secara struktur.
6. Memudahkan kita untuk mengingat materi dalam kurun waktu yang panjang.
Bagaimana Cara Membuat Tasyjir?
1. Baca menyeluruh isi materi. Pastikan kamu membaca seluruh materi dengan perlahan-lahan. Selanjutnya, baca per paragraf dan garis bawahi/stabilo setiap poin pentingnya. Pastikan jangan ada poin yang terlewat. Kemudian, hubungkan setiap poin dengan mencari persamaannya.
2. Susun secara bertingkat (Pohon Ilmu).
3. Gunakan struktur: mulai dari pokok bahasan, cabang utama, rincian, contoh atau catatan kecil. Pastikan alurnya beruntun, dari atas ke bawah atau dari tengah ke luar (seperti pohon).
4. Gunakan bahasa ringkas dan padat makna. Hindari menyalin teks panjang. Fokus pada istilah kunci, kalimat efektif, poin hukum utama.
5. Alat dan media yang bisa digunakan: di buku tulis atau media digital seperti PowerPoint, Canva, Notion, Xmind, Miro, dan lain-lain.
Contoh cara membuat tasjir dari paragraf berikut:
Kodifikasi Al-Qur’an tidak terjadi dalam satu waktu, tetapi melalui beberapa tahap penting dalam sejarah Islam. Pada masa Nabi Muhammad ﷺ, wahyu ditulis di berbagai media seperti pelepah kurma, kulit binatang, dan tulang, serta dihafalkan oleh para sahabat. Setelah wafatnya Nabi, pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, terjadi perang Yamamah yang menyebabkan banyak penghafal Al-Qur’an gugur. Atas saran Umar bin Khattab, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan seluruh potongan ayat menjadi satu mushaf. Tahap berikutnya terjadi di masa Khalifah Utsman bin Affan. Karena perbedaan bacaan Al-Qur’an mulai muncul di berbagai wilayah Islam, Utsman memerintahkan penyalinan mushaf resmi dan mengirimkannya ke berbagai kota besar, serta membakar mushaf yang berbeda untuk menjaga keseragaman bacaan. Inilah awal dari penyebaran mushaf Utsmani yang menjadi standar hingga kini.
Bentuk tasyjirnya:
Terlihat lebih mudah dibacakan? Bahkan dalam sekejap, materi bisa langsung dipahami dan diingat, dibandingkan membaca teks panjang yang sulit dicerna. Kalaupun bisa, daya ingatnya hanya sebentar, karena materi tersebut belum langsung terpetakan di dalam otak. Sekilas, metode tasyjir memang terlihat rumit, karena membutuhkan tenaga ekstra untuk memahami dan memetakan setiap poinnya. Namun, cara ini sangat ampuh untuk memaksimalkan pemahaman dan memperpanjang daya ingat terhadap materi, dibandingkan hanya sekadar paham dan ingat secara singkat.
Stop Bilang Belajar Itu Sulit!
Belajar itu bukan seberapa cepat kita dalam memahami materi, namun seberapa baik metode yang kita gunakan dalam belajar. Mungkin selama ini kamu adalah orang yang seharusnya dapat menguasai semua materi, namun kamu kerap kali terlanjur menyalahkan diri, karena ketidakmampuan memahami itu semua. Segera perbaiki metode belajar kamu. Gunakan metode tasyjir ini, semoga metode ini dapat menjadi pintu perubahan kamu untuk cepat memahami materi, bahkan hafal dalam kurun waktu yang panjang. Perubahan dimulai dari diri kamu. Jangan sia-siakan kesempatan dengan selalu mengeluh atas keterbatasan diri. Bangkit dan kembali buka buku kamu. Percaya, kamu bisa memahami itu semua.
