Konten dari Pengguna

Mahasiswa Informatika Didorong Ubah Perkembangan AI Menjadi Inovasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muammar Arif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi AI — dibuat menggunakan ChatGPT, 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi AI — dibuat menggunakan ChatGPT, 2026.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin cepat mendorong mahasiswa Informatika untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi. AI dinilai dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan menghasilkan solusi digital yang bermanfaat.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Discovery Technology Creative (DTC) 2026 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar pada 5 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan serta wawasan di bidang teknologi.

AI Membuka Peluang Inovasi bagi Mahasiswa

Dalam DTC 2026, mahasiswa diajak untuk melihat perkembangan AI bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang. Kemampuan memahami dan memanfaatkan AI dapat membantu mahasiswa menciptakan berbagai solusi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Seminar nasional dalam kegiatan tersebut mengangkat tema “TECH-NEXUS 5.0: Mengubah Disrupsi AI Menjadi Daya Ledak Inovasi.” Pembahasannya mencakup peran AI dalam transformasi digital, tata kelola dan etika AI, serta perkembangan sains data, keamanan siber, dan algoritma.

Mahasiswa Tidak Hanya Menjadi Pengguna Teknologi

Perkembangan AI membuat mahasiswa Informatika memiliki peluang yang semakin luas untuk berkarya. Mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan aplikasi, sistem informasi, kecerdasan buatan, hingga berbagai solusi digital lainnya.

Ketua Umum HMIF-FT Unismuh Makassar menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknologi perlu diimbangi dengan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Mendorong Lahirnya Talenta Digital

Selain seminar, DTC 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti kompetisi IT, pameran teknologi, dan program pengabdian kepada masyarakat. Kompetisi IT memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan purwarupa teknologi di bidang AI, rekayasa perangkat lunak, jaringan komputer, aplikasi seluler, cloud computing, dan Internet of Things.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Informatika diharapkan semakin siap menghadapi perubahan teknologi. Perkembangan AI bukan harus ditakuti, tetapi perlu dipahami dan dimanfaatkan secara tepat.

Pada akhirnya, AI dapat menjadi alat untuk mengubah ide dan kreativitas mahasiswa menjadi inovasi nyata. Dengan terus belajar, berkolaborasi, dan berani mencoba, mahasiswa Informatika memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perkembangan teknologi di masa depan.