Pemerintah Soroti Penggunaan AI dalam Pendidikan
Tulisan dari Muammar Arif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan pelajar dan mahasiswa. Pemerintah kini mendorong agar teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu proses belajar, tetapi tetap digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Perkembangan AI membuat cara belajar semakin berubah. Pelajar dan mahasiswa kini dapat menggunakan berbagai teknologi berbasis AI untuk mencari informasi, memahami materi, membuat rangkuman, hingga membantu mengembangkan ide dalam mengerjakan tugas.
Melihat perkembangan tersebut, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta AI dalam pendidikan. Pedoman ini berlaku mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Pemerintah menilai AI memiliki banyak manfaat untuk pendidikan, tetapi penggunaannya tetap perlu memperhatikan usia, kesiapan peserta didik, keamanan, serta etika. Teknologi tidak hanya harus digunakan untuk mempermudah pekerjaan, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan belajar dan berpikir.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti guru. Artinya, teknologi dapat membantu memberikan informasi dan mendukung proses belajar, tetapi peran guru dan interaksi manusia tetap penting dalam pendidikan.
Di sisi lain, penggunaan AI secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah. Pelajar bisa menjadi terlalu bergantung pada teknologi dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, terdapat risiko seperti informasi yang tidak akurat, pelanggaran privasi, hingga penyalahgunaan teknologi.
Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi digital dan etika dalam menggunakan AI. Kemampuan menggunakan teknologi harus diikuti dengan sikap kritis agar pelajar mampu membedakan informasi yang benar, menjaga data pribadi, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Bagi mahasiswa, perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang. AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mencari referensi, memahami materi kuliah, membuat ide proyek, hingga mempelajari teknologi baru. Namun, hasil dari AI tetap perlu diperiksa dan dipahami kembali oleh pengguna.
Dengan adanya pedoman pemerintah, penggunaan AI diharapkan tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih efektif dan berkualitas. Teknologi seharusnya membantu manusia berkembang, bukan membuat manusia berhenti berpikir.

