KATA SUDIRMAN SAID PADA POLITISI YANG SUKA MENGEJAR HARTA DENGAN KORUPSI

Tulisan dari Muammar Khadafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak sekali orang berpikir bahwa akumulasi kekayaan dan kekuasaan adalah segalanya di dunia ini, dan karena itu layak dikejar bahkan dengan melanggar batas-batas kepatutan dan kewajaran. Padahal, ajaran-ajaran agama telah dengan tegas memperingatkan bahwa dunia ini hanya sementara, dan kehidupan seharusnya dijalani dengan sebaik-baiknya.
Namun, nampaknya kekuasaan dan harta seringkali membutakan, terutama bagi mereka yang mata hatinya telah tertutup oleh kerakusan dan egoisme. Akhirnya, tidak perduli apakah segala perbuatan mereka merugikan banyak pihak, yang terpenting adalah sejauh mana kekuasaan dan kekayaan mereka tetap menumpuk semakin tinggi.
Inilah logika para koruptor di negeri ini. Apa yang ada di pikiran mereka hanya lah pengaruh dan harta, terlepas semua itu mereka curi dari pemilik sesungguhnya, rakyat. Para koruptor ini bahkan dengan sengaja memandang rakyat sebagai individu-individu tanpa wajah, dan dengan demikian mereka dapat beranggapan bahwa tindakan mereka tidak memiliki korban.
Para koruptor memang suka membodohi dirinya sendiri dan karena itu tidak merasa terganggu untuk membodohi orang lain. Sayangnya, korupsi ini ibarat virus yang penyebarannya cepat dan membuat banyak orang kecanduan. Karena itu, tidak aneh jika kita terbiasa melihat pristiwa di mana para koruptor banyak dibela mati-matian.
Bagi Sudirman Said, mereka ini lah yang orang-orang bodoh. Sebab, orang-orang seperti itu hanya menaiki tangga yang akan menjatuhkan mereka sendiri. Dan, semakin tinggi tangga yang mereka jejaki, semakin tinggi pula kejatuhan mereka. Ini lah yang oleh Sudirman Said sebut sebagai tangga rapuh menuju posisi atau jabatan.
Sedihnya, akhir-akhir ini kita sering sekali melihat berita para pejabat yang jatuh dari tangga yang mereka naiki. Uang rakyat yang mereka rampas jumlahnya tidak tanggung-tanggung tapi ujungnya hanya membawa mereka untuk berguling-guling di ruang-ruang pengap penjara. Tidakkah mereka ini orang-orang bodoh?
Oleh sebab itu, bagi Sudirman Said, kita harus terus mendorong pemberantasan korupsi di negeri ini meski banyak yang menyatakan bahwa pemberantasan korupsi yang sangat massif hanya akan menjatuhkan negeri ini. Orang-orang seperti ini tidak perlu didengar karena hati dan pikiran mereka sudah tidak waras.
Justru yang dibutuhkan oleh negeri ini untuk membangun harkatnya adalah dengan melawan koruptor, dan karena itu lembaga-lembaga anti-korupsi harus semakin diperkuat, bukan diperlemahkan seperti saat ini.
