MIRIS PERHATIAN PADA GURU BELUM LAYAK, SUDIRMAN SAID INGIN DUNIA PENDIDIKAN JADI PRIORITAS

Tulisan dari Muammar Khadafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap waktu kita selalu mengulang slogan lama bahwa tidak ada orang sukses tanpa guru atau setinggi apa pun jabatan seseorang tidak mungkin tanpa peran guru. Namun setiap waktu pula kita mengulang slogan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Slogan-slogan tentang guru semuanya mengenai pujian atas peran besar guru dalam mendidik, namun di dalam slogan tersebut juga tersimpan ironi. Pasalnya, dengan pengakuan bahwa peran guru tidak mungkin tergantikan dalam tugas mendidik anak-anak bangsa, tidak lantas membuat kesejahtraan para guru mendapat perhatian yang besar.
Guru memang benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa, yang berarti bahwa jasa mereka tidak pernah diperhatikan dengan layak, terutama terkait dengan peningkatan kesejahtraan. Padahal, sama seperti orang pada umumnya, kebutuhan hidup guru juga sangat banyak, bahkan untuk biaya pendidikan putra/putri mereka sendiri.
Sementara itu, ketika terjadi berbagai fenomena sosial yang menunjukkan hilangnya norma-norma kebaikan pada anak-anak, kita langsung melemparkan kesalahan pada sekolah dan guru yang dianggap tidak becus mendidik. Padahal, dalam proses mendidik seorang anak, ada tugas masing-masing pihak yang tidak bisa direduksi. Misalnya, terkait peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Sudirman Said sangat menyayangkan situasi yang dialami para guru saat ini. Bagi Sudirman Said, para guru seharusnya menjadi elemen masyarakat yang paling diperhatikan oleh pemerintah, sebab masa depan bangsa ini ada di tangan mereka. Jika pemerintah memang memiliki keberpihakan pada nasib para guru, seharusnya pemerintah dapat memfungsikan kewenangannya untuk mewujudkan keberpihakan itu pada hal-hal konkret, misalnya dalam hal tunjangan, honor, subsidi, dan lain sebagainya.
Untuk itu, Sudirman Said memegang dengan teguh komitmennya untuk mengutamakan kesejahtraan guru dalam kebijakan pendidikan. Bagi Sudirman Said, sangat tidak adil jika kita hanya menuntut peran maksimal guru dalam mendidik anak-anak kita, namun tidak memberikan reward yang layak, terutama melalui peran pemerintah.
Sebagai salah satu bakal calon gubernur yang akan ikut berkontestasi dalam Pilgub Jawa Tengah pada 2018 mendatang, Sudirman Said benar-benar menginginkan ada perubahan terkait hajat-hidup guru di Jateng.
