Konten dari Pengguna

Sudirman Said-Ida Fauziyah: Saatnya Rakyat Memimpin!

Muammar Khadafi

Muammar Khadafi

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muammar Khadafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudirman Said-Ida Fauziyah: Saatnya Rakyat Memimpin!
zoom-in-whitePerbesar

Sudirman Said bersama wakilnya Ida Fauziyah (Ketua Fraksi PKB DPR RI) hari ini mendaftarkan diri ke KPUD Jawa Tengah. Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jateng tersebut diantar oleh iringan para relawan. Tanpa atribut berlebihan, rombongan Sudirman Said-Ida Fauziyah melangkah pasti menapaki kontestasi Pilgub Jateng tahun 2018. (10/01/2018)

Tanpa atribut berlebihan, Sudirman Said-Ida Fauziyah serta koalisi partai yang mendukungnya (Gerindra, PAN, PKS, dan PKB) hendak mengabarkan kepada publik Jateng bahwa pasangan ini adalah calon pelayan rakyat, mukti bareng. Sebab, segala atribut yang berlebihan itu pasti berjarak dengan rakyat atau wong cilik yang kebanyakan hidup dalam kesederhanaan bahkan serba kekurangan.

Bagi Sudirman Said, kekuasaan yang berjarak dengan rakyat adalah wujud rendahnya kelurusan, ketulusan, dan kemampuan. Pemimpin yang memiliki ketiga kualitas tersebut, biasanya lebih dekat dengan rakyat. Karena itu menurut Sudirman Said, persoalan yang terpenting dan utama menjadi pemimpin bukan tentang jabatan atau kedudukan tapi soal visi, tata nilai, keberanian, dan kemampuan untuk melakukan perubahan.

Sudirman Said sangat memahami arti menjadi pelayan publik. Bahwa menerima amanah menjadi pelayan publik artinya siap menyingkirkan urusan pribadi. Baginya, tak ada tempat bersembunyi bagi pejabat publik, terlebih di zaman keterbukaan saat ini. Artinya, ketulusan adalah wujud dari sikap mereka yang mampu melampaui ego dan kepentingan pribadi.

Sebaliknya bagi penguasa korup dan tak memiliki kompetensi, kepemimpinan adalah persoalan akumulasi kekuasaan dan kekayaan. Sebab itu tak mungkin mereka berani bekerja bersama rakyat kecuali dengan citra yang dilebih-lebihkan. Penguasa korup dan tak kompeten bekerja dalam “gelap” bersama para gunderuwo (mafia) dan sesama koruptor. Sebagaimana umumnya, korupsi tidak mungkin dijalankan seorang diri.

Sudirman Said mengajak kepada masyarakat Jateng bahwa Pilkada 2018 ini harus dimaknai sebagai momentum perubahan. Hajatan demokrasi ini tidak boleh dirampas oleh kekuatan-kekuatan oligarkis yang tanpa malu menggadaikan idealisme demi kepentingan politik sesaat. Warga Jateng harus bersatu untuk memanfaatkan hak mereka dalam mewujudkan kepemimpinan yang berpihak pada dan mewakili kepentingan rakyat banyak.

Sebagaimana slogannya, Sudirman Said mengajak masyarakat Jateng untuk mbangun Jateng, mukti bareng. Inilah saatnya rakyat memimpin.