Review: Film Captain Marvel, Datar tetapi Penuh Informasi

Into Tea, Digital Diplomacy and Visual Design.
Tulisan dari Mukti Romadona Setianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tidak ada yang istimewa dalam plot cerita Film Captain Marvel, namun film ini mampu menjawab beberapa pertanyaan penting seputar alur cerita di Marvel Cinematic Universe (MCU).

Film 'Captain Marvel' telah berlangsung setengah jam, dan saya menguap lebar. Saya tidak menyangka film blockbuster yang mengisahkan “Gadis Blockbuster” ini akan sedemikian membosankan untuk ditonton. Tapi karena saya penggemar setia kilatan mata indah Brie Larson sejak dia memenangi Oscar tahun 2015 sebagai aktris terbaik (film 'Room'), saya mencoba tetap terbangun, berharap plot cerita berangsur makin menarik.
Secara visual Computer Generated Imagery (CGI), film besutan Marvel Studios tidak perlu diragukan lagi. Transisi gerakan terlihat natural, dan saya suka sekali dengan efek “photon” yang keluar dari tangan dan anggota tubuh Captain Marvel, terlihat lebih mematikan namun anggun dibanding teknologi nano-suit Tony Stark.
Klimaks film merangkak lambat, tidak enak ditonton, MCU terlalu hati-hati dan rinci dalam menceritakan sejarah hidup Carol Danvers. Hal ini menjadikan film seperti kisah drama yang membosankan.
Penonton ingin disuguhi aksi dari awal sampai akhir layaknya Film 'Avengers Infinity War'. Penonton ingin humor segar layaknya Film 'Deadpool'. Penonton juga berharap teknologi canggih memanjakan mata ala Iron Man. Film 'Captain Marvel' sangat medioker dibanding ketiga film tadi.
Tidak ada yang istimewa dalam plot cerita Captain Marvel. Alur cerita tetap berkutat pada pengenalan karakter Carol Danvers atau si Captain Marvel dengan pelintiran fakta kawan ternyata lawan, lawan ternyata kawan ala Film 'Get Out' tahun 2017. Meski demikian, melalui film ini, ada beberapa informasi yang perlu kita diketahui yang menjawab beberapa pertanyaan seputar MCU:
Sejarah Hidup Captain Marvel.
Carol Danvers atau Captain Marvel. Foto: Chuck Zlotnick/©Marvel Studios 2019 Film ini menjelaskan sejarah perjalanan Carol Denver menjadi Captain Marvel yang memiliki kekuatan kosmos yang sedemikian kuat. Hal ini penting untuk Marvel Cinematic Universe (MCU) menautkan ikatan emosi tokoh super kuat ini kepada penonton menjelang Avengers End Game. Mengingat Captain Marvel diprediksi akan memiliki peran sentral dalam melawan Thanos nanti. Selain itu, sepertinya MCU tidak ingin mengulangi kesalahan DC Comics yang tiba-tiba menghadirkan Aquaman dan satu geng tokoh pahlawan baru dalam Justice League, yang membuat penonton kaget dan merasa asing dengan tokoh-tokoh ini.
Asal Usul The Avengers Initiative.
Kehidupan Captain Marvel sebelumnya adalah Pilot Tempur. Foto: ©Marvel Studios 2019 Istilah “Avengers” ternyata adalah kode pilot milik Carol Danvers. Kode ini menginspirasi Nick Fury, agen senior SHIELD yang merasa bahwa ancaman keamanan dari luar bumi akan makin besar, makanya dia berinisiatif membuat policy recommendation berupa “The Protector Initiative” atau semacam inisiatif pelindung bumi. Istilah “The Protector” ini kemudian diubah oleh Fury menjadi “The Avengers Initiative” yang kemudian hari akan “membangunkan” Captain America sebagai Avengers yang pertama.
Bagaimana Nick Fury "Kehilangan" Salah Satu Matanya
Goose si kucing alien. Foto: Chuck Zlotnick/©Marvel Studios 2019 Akhirnya jelas mengapa Fury menutup mata kirinya. Bukan karena tertembak musuh ataupun karena berkelahi, namun karena dicakar oleh kucing. Kucing bukan sembarang kucing, ini adalah kucing alien dari bangsa Flerken bernama Goose. Goose adalah kucing tabby yang bisa menelan apapun dengan tentakel yang keluar dari mulutnya, termasuk menelan Tesseract. Lucu namun menyeramkan!
Pager antar Galaksi Nick Fury.
Pager milik Nick Fury. Foto: https://screenrant.com/captain-marvel-nick-fury-pager-infinity-war/ Masih ingat dengan end credit scene Avengers Infinity War, saat Nick Fury mengirimkan pesan melalui pager dengan logo Captain Marvel? pager tersebut adalah benda milik Fury yang telah “diupgrade” oleh Carol Danvers yang memiliki daya kirim setidaknya dua galaksi (entah pake provider selular apa), tapi yang jelas, pager ini hanya boleh digunakan saat darurat. Ulah Thanos menghapus separuh penduduk alam semesta menjadi panggilan darurat untuk memanggil kembali Captain Marvel ke bumi.
Bromance Nick Fury dan Agent Coulson.
Nick Fury dan Agent Coulson. Foto: ©Marvel Studios 2019 Di film 'Captain Marvel', Agen Coulson masih anak bawang, namun menunjukkan bakat kuat dan loyalitas kepada Nick Fury. Di beberapa adegan diperlihatkan hubungan loyalitas junior senior yang cukup kuat antara keduanya. Bahkan saat Fury “kehilangan” bola matanya, Coulson adalah orang yang menawarkan bola mata pengganti kepada Fury. Kedekatan dan kepercayaan Fury ini mungkin kemudian yang membuat karir Coulson melesat naik di organisasi SHIELD.
Warna merah dan biru di kostum Captain Marvel.
Kostum yang terinspirasi warna Angkatan Udara AS. Foto: Chuck Zlotnick/©Marvel Studios 2019 Salah satu adegan yang saya tunggu-tunggu di setiap film superhero adalah bagaimana dia mendapatkan kostumnya? Di film ini, Carol Danvers yang “membelot” dari bangsa Kree, tidak ingin terlihat seperti bangsa itu dengan seragam hijau hitam. Dia ingin terlihat berbeda. Dalam satu adegan, terlihat anak sahabat Carol Danvers secara digital mengganti-ganti warna kostum Captain Marvel yang kemudian terinspirasi dari kaos Angkatan Udara Amerika Serikat yang berwarna merah dan biru. Higher, Further, Faster!
Masih banyak informasi lain seputar MCU yang bisa kita dapat dari film ini, seperti kemunculan Ronan dan Tesseract. Sepintas setelah menonton film ini, saya merasa MCU ingin menyampaikan bahwa asal muasal dari kekacauan antar galaksi ini adalah perseteruan Bangsa Kree dan Bangsa Skrull. Bangsa Skrull yang tidak mau menurut kepada Bangsa Kree dituduh sebagai teroris, namun sebenarnya mereka bukan teroris, mereka hanya ingin berkumpul dengan sesamanya dan memiliki “rumah” untuk mereka tinggali dengan nyaman.
Film ini mengingatkan saya akan beberapa konflik kemanusiaan yang tak pernah usai yang terjadi di dunia nyata.
Oiya, jangan lupa untuk menonton hingga akhir film karena akan ada dua end credit scene yang juga akan menjadi jembatan penting menjelang 'Avengers End Game'.
