Konten dari Pengguna

Pelayanan Primer yang Berkualitas: Sebuah Tinjauan Literatur

Adam Eldawan

Adam Eldawan

Clinical Clerkship (UPNVJ) and Master of Public Health (UIMA) Student

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adam Eldawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kritik Jurnal

Hendrawan, D., Nurcahyo, C., & Afdal, A. (2021). Pelayanan Primer yang Berkualitas: Sebuah Tinjauan Literatur. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.53756/jjkn.v1i1.13

Abstrak Jurnal

Penguatan pelayanan kesehatan primer telah digaungkan sejak lama oleh para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun demikian, implementasinya belum optimal. Salah satu tolok ukurnya adalah performa FKTP yang masih belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan saran dan rekomendasi guna mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data desk research (secondary data), serta proses triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang digunakan. Temuan penting dalam penelitian ini adalah secara umum Indonesia belum memiliki tata kelola yang komprehensif dalam setiap aspek yang termasuk dalam mata rantai penting yang diperlukan untuk menentukan kualitas pelayanan kesehatan primer. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembenahan secara bertahap dan berkesinambungan yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder terkait.

Mahasiswa KKN Kebangsaan Saat Posyandu di Desa Naning, Kalimantan Tengah Sebagai Salah Satu Layanan Kesehatan Primer. - Foto: Sumber Pribadi

Metodologi Penelitian

Tinjauan literatur ini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai jurnal terkait pelayanan kesehatan primer maupun informasi yang terkait pada beberapa penyedia jurnal yakni PubMed, Science Direct dan Proquest. Selain itu juga dilakukan pencarian melalui Google untuk mencari informasi lainnya yang terkait serta materi internal BPJS Kesehatan. Pencarian dilakukan terhadap jurnal yang berbahasa inggris maupun yang berbahasa Indonesia dengan menggunakan kata pencari yakni “Primary Care”, “Primary Health Care”,“Health Care Quality”, “Universal Health Care Coverage”, “Barbara Starfield” sebagai panduan. Mayoritas jurnal yang ditemukan berbahasa Inggris dan dilakukan pemilahan terhadap jurnal yang diperoleh berdasarkan kesesuaian konten dengan topik yang ditetapkan. Topik-topik terkait yang diambil sebagai bahan penulisan adalah: Definisi Pelayanan Kesehatan Primer, 4 Pilar Pelayanan Kesehatan Primer, Perbedaan antara Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Care) dengan Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary Health Care), Pelayanan Kesehatan Primer sebagai strategi mencapai UHC, regulasi terkait Pelayanan Kesehatan Primer, Kualitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal yang terkait dengan konten medis dieksklusi mengingat topik yang menjadi sumber tinjauan lebih bersifat non-medik.

Temuan dan Analisis Data

Penelitian ini menghasilkan temuan (findings) bahwa secara umum Indonesia belum memiliki tata kelola yang komprehensif dalam setiap aspek yang termasuk dalam mata rantai penting yang diperlukan untuk menentukan kualitas pelayanan kesehatan primer. Oleh sebab itu, menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan untuk dilakukan pembenahan secara bertahap dan berkesinambungan yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder terkait. Hal ini dapat dimulai dari adanya kesepakatan tentang definisi dan kedudukan pelayanan kesehatan primer merujuk pada keterkaitannya dengan JKN sebagai sistem pembiayaan kesehatan yang bersifat perorangan.

Kontribusi Jurnal terhadap Ilmu Pengetahuan

Tinjauan literatur ini berkontribusi dalam menggali berbagai referensi yang dapat menjadi masukan dalam merumuskan upaya untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia.

Kekuatan dan Kelemahan Jurnal

Kekuatan

  1. Pertanyaan tinjauan literatur dinyatakan dengan jelas dan eksplisit.

  2. Kriteria inklusi dan eksklusi sudah sesuai dengan pertanyaan tinjauan literatur.

  3. Rekomendasi kebijakan didukung oleh data yang dikumpulkan menjadi rekomendasi berbasis bukti.

  4. Pendekatan kualitatif yang mendalam menggunakan desk research dan proses triangulasi.

  5. Meneliti mengenai topik yang saat ini menjadi pilar pertama dalam transformasi kesehatan di Indonesia yaitu Transformasi Layanan Primer.

Kelemahan

  1. Tidak ada metode untuk meminimalkan kesalahan dalam ekstraksi data.

  2. Kemungkinan bias dalam publikasi tidak dinilai.

  3. Tidak ada arahan khusus untuk penelitian selanjutnya.

  4. Metode evaluasi tinjauan literatur tidak dilampirkan.

  5. Hasil penelusuran tinjauan literatur tidak dilampirkan.

  6. Beberapa data tidak dicantumkan sumbernya.

  7. Tidak menjelaskan keterbatasan penelitian.

  8. Beberapa kata tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Rekomendasi untuk Penelitian Selanjutnya

  1. Meneliti dengan mengembangkan kelebihan dan kekurangan penelitian sebelumnya.

  2. Meneliti mengenai status quo dan quo vadis layanan kesehatan primer pada aspek selain tata kelola pembiayaan.

  3. Meneliti mengenai keberhasilan transformasi layanan primer di Indonesia.

  4. Meneliti mengenai dampak transformasi layanan primer di Indonesia.

Salus populi suprema lex esto: Hendaknya, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.