Konten dari Pengguna

Sejarah Periklanan; Dan Evolusinya Hingga Masa Sekarang

Muhammad Affan

Muhammad Affan

Mahasiswa Aktif Universitas Muhammadiyah Jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Affan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peradaban Yunani. sumber foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peradaban Yunani. sumber foto: pexels

Iklan merupakan suatu bentuk kegiatan atau tindakan untuk mempromosikan sesuatu baik itu berbentuk barang ataupun jasa, iklan juga merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan untuk membujuk atau mengajak seseorang dalam mengambil beberapa tindakan seperti membeli suatu produk tertentu. Tujuan dari iklan tersebut adalah untuk mempengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu penawaran komersial atau membujuk seseorang agar melakukan suatu tindakan. iklan juga tidak hanya tertuju pada produk atau layanan dan jasa, iklan juga bisa berupa ide baik itu pemikiran ataupun gagasan. Sistem periklanan sudah ada jauh lebih dulu sebelum David Ogilvy atau yang lebih dikenal dengan julukan Bapak Periklanan Modern mengenalkan kepada kita sistem periklanan yang dilakukan melalui kreativitas dan inovasi. Tujuan utama periklanan menurut David Ogilny adalah untuk menjual suatu produk, ia juga menekankan bahwa iklan yang efektif haruslah berdasarkan riset yang mendalam, menggunakan komunikasi yang jelas, dan memanfaatkan kreativitas yang diarahkan untuk mencapai hasil bisnis. Masyarakat terdahulu menggunakan cara yang kreatif dalam beriklan, mereka mampu mengiklankan sesuatu dalam bentuk yang menarik dengan menggunakan pesan berantai melalui pengumuman-pengumuman (word of mouth) atau yang biasa dilakukan masyarakat saat ini melalui Platform Media Sosial dengan cara viral marketing, masyarakat saat itu menyampaikan informasi dari mulut ke mulut. Para pedagang memanfaatkan keramaian dengan cara terjun secara langsung atau memanfaatkan pekerja atau budak mereka untuk menyuarakan produk iklan yang di jual oleh pedagang tersebut, biasanya dengan mengunjungi keramaian pasar atau menarik pengunjung dengan cara penyampaian yang menarik sehingga ketertarikan masyarakat tertuju pada mereka.

Sejarah Periklanan

Periklanan atau dalam bahasa latinnya advertising sudah ada dari zaman Neolik atau 8.000 tahun sebelum masehi, bahkan jauh sebelumnya. Dikutip dari buku Dasar-dasar Periklanan (2021) karya Siti Aisyah dan rekan-rekannya, istilah "iklan" dan "periklanan" diperkirakan telah ada sejak sekitar 3.000 tahun lebih sebelum masehi. Kata "iklan" sendiri berasal dari bahasa Yunani, "advertere," yang berarti mengarahkan atau menarik perhatian seseorang terhadap sesuatu. Masyarakat saat itu telah melakukan aktivitas periklanan namun hanya mengiklankan 2 hal, tempat dan jasa. Sekitar 4.000 tahun sebelum masehi sebuah wilayah yang terletak di antara dua sungai besar Asia Barat, Efrat dan Tigris Mesopotamia, telah mengenal tulisan berupa aksara Paku. bangsa Sumeria yang telah mendiami Mesopotamia 4.000 tahun sebelum masehi menciptakan aksara Paku untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan secara tertulis. tetapi masyarakat saat itu lebih sering menggunakan lisan untuk beriklan dan bertukar barang dari pada mengukir simbol. Karena masyarakat saat itu sebagian besar masih buta akan penulisan dan memahami suatu simbol. Dan pada masa Babylonia mereka lebih sering mengiklankan karya mereka, catatan, ide atau sebuah jasa pembuatan sepatu melalui gambar yang dicetak menggunakan tanah liat yang dikeraskan. Hal ini juga dibuktikan dengan Penemuan Para arkeologi tentang peninggalan Prasasti Babylonia Kuno berupa bongkahan tanah liat yang dikeringkan menceritakan tentang penjual salep, serta juru tulis. Selain itu Para arkeolog juga menemukan Prasasrti serupa yang membahas tentang metode Trigonometri dan pelacakan waktu guna melacak Yupiter.

Ilustrasi periklanan. sumber foto: pexels

Periklanan Era Yunani & Romawi

Iklan di Yunani dimulai sejak era Yunani Kuno bertempat di Athena, negara kota terbesar saat itu. Perdagangan antar kota (polis) masih dipertahankan sebagai bagian dari sistem pemasarannya dengan kebiasaan 'door to door', iklan pada saat itu menggunakan komunikasi dua arah. Kebiasaan itu menyebar luas hingga ke kota-kota sekitar Athena seperti Sparta, Siprus, Aigea, Anatolia dan kota-kota Yunani lainnya. Para pedagang saat itu mengelilingi kota dengan mengunjungi rumah ke rumah untuk mengenalkan dan menawarkan produk mereka kepada pembeli. Selain door to door, mereka juga melakukannya di gerbang-gerbang kota dan menawarkan dagangannya kepada orang yang ingin memasuki kota. Selain itu masyarakat Yunani pada saat itu sudah mengenal puisi dengan memainkan intonasi suara dan melodi bicara, mereka memanfaatkan puisi sebagai sarana dalam media beriklan. Di kota Athena misalnya, para pedagang berkeliling mempromosikan produk kosmetik yang terkenal pada masa itu, yaitu merek Aesclyptos. Mereka menggunakan nyanyian berbentuk puisi untuk menarik perhatian dan memikat calon pembeli. Nyanyian tersebut berfungsi sebagai cara yang efektif untuk memberikan keunggulan produk kepada konsumen. Salah satu contoh puisi yang tertulis dalam buku yang ditulis oleh Dunn, S. Watson dan Barban, Arnold. M., Advertising: its role in modern marketing; “Demi mata bersinar, demi pipi bagaikan fajar, Demi kecantikan yang hanya akan sirna sesudah masa remaja itu purna, Demi harga sebagai alasannya, kaum wanita yang mengerti, Akan membeli kosmetik Aesclyptos.”[18].

Sementara itu pada era Romawi, para pedagang menggunakan komunikasi searah atau sepihak dalam menyampaikan iklan yang di sampaikan melalui papirus dan pelakat yang ditempelkan di tempat-tempat umum seperti pasar dan forum, mereka juga berteriak sambil mengelilingi kota serta mengunjungi perkumpulan masyarakat atau forum-forum, guna menginformasikan kedatangan kapal dagang yang mengangkut logistik, rempah-rempah, serta barang-barang dari timur dan mesir. Atau memberitahu adanya pertunjukan pertandingan gladiator yang dilaksanakan di koloseum serta informasi terkait budak yang hilang. mereka juga menggunakan papan nama di toko-toko dan mencantumkan produk yang di jual, atau mengukir relief-relief atau simbol tertentu pada dinding toko mereka, yang hingga kini metode tersebut masih digunakan di toko, supermarket atau menggunakan billboard di jalan umum.

Ilustrasi bangunan Yunani. sumber foto: pexels

Penemuan Mesin Cetak

Seiring dengan berkembangnya teknologi, periklanan pun tak luput dari evolusi. Praktik periklanan modern mulai dilakukan pada abad ke-15. saat itu tahun 1450, Johannes Gutenberg menciptakan sebuah mesin cetak pertama dengan menggabungkan unsur-unsur dalam suatu sistem produksi sehingga menghasilkan mesin cetak yang dikembangkan, membuat terjadinya banjir informasi pada era Renaisans. Setelahnya iklan mulai banyak digunakan oleh masyarakat, seperti pada tahun 1472, William Caxton di Inggris mencetak iklan berisi ajakan masyarakat dalam beribadah dan menjual kitab injil. Kata 'advertisement' (periklanan) pertama kali muncul melalui kegiatan keagamaan. Istilah ini tercatat dalam Alkitab pada tahun 1655 dan digunakan untuk merujuk pada peringatan atau pemberitahuan.

Ilustrasi mesin cetak. sumber foto: pexels

Iklan Pada Abad ke-20

Siaran raido pertama kali dilakukan untuk umum pada tahun 1920, kemudian 22 Agustus 1922 praktik periklanan pertama kali tercatat saat stasiun radio WEAF di New York mulai mengudara. Kemudian produk perdana yang mengiklankan diri di televisi hitam putih pada 1941, Arloji Bulova yang menjadi ikon kaum golongan atas. Kemudian tahun 1954 tayangan televisi berwarna pertama di New York, Amerika menayangkan iklan Castro Decorators mereka. Dapat diketahui bahwa perubahan pada setiap zaman mempengaruhi perubahan pada iklan, maka dari itu iklan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Ilustrasi iklan aba 20. sumber foto: pexels