Konten dari Pengguna

Media Sosial: Dampak pada Anak dan Pengawasan Orang Tua

Muhamad Ardiyansyah

Muhamad Ardiyansyah

Mahasiswa Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Ardiyansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang Tua yang sedang mengenalkan teknologi kepada anaknya (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Orang Tua yang sedang mengenalkan teknologi kepada anaknya (Foto: Shutterstock)

Media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan masyarakat yang tidak bisa terlepas di kesehariannya. Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan yang sangat pesat, sehingga menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran budaya, etika, dan norma.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, tidak hanya pada orang dewasa termasuk anak-anak di bawah umur yang sudah dikenalkan sejak kecil oleh para orang tua.

Meski bernilai positif dan memiliki manfaat yang besar, penggunaan teknologi dan media sosial juga menghadirkan tantangan yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan pendidik (guru).

Dampak Posistif Penggunaan Media sosial:

1. Keterhubungan Sosial

Media sosial memungkinkan anak-anak untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga yang memiliki jarak yang jauh.

2. Akses Informasi

Platform seperti YouTube menyediakan berbagai konten edukasi yang dapat memperluas wawasan anak, sehingga ilmu yang didapat tidak hanya dari sekolah saja, tetapi juga bisa diakses melalui media sosial.

3. Pengembangan Keterampilan Digital

Anak-anak belajar menggunakan teknologi dan mengembangkan keterampian digital untuk kebutuhan di era modern ini.

Dampak Negatif Penggunaan Media Sosial:

1. Resiko Keamanan

Anak-anak rentan terhadap predator online dan cyberbullying serta perlindungan privasi yang menjadi isu utama.

2. Gangguan Mental

Terlalu banyak waktu di media sosial dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan perasaan tidak aman.

3. Penurunan Prestasi Akademik

Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar dan konsentrasi anak di sekolah.

Dengan melihat dampak positif yang sangat berbahaya apabila tidak ada pengawasan langsung dari orang tua untuk anak, tips pengawasan orang tua, yaitu:

1. Tetapkan Batasan Waktu

Batasi waktu yang dihabiskan anak di media sosial untuk memastikan mereka tetap seimbang antara aktivitas online dan offline.

2. Pantau Aktivitas Online

Gunakan alat kontrol oraang tua dan ajak anak untuk berdiskusi tentang apa yang mereka lihat dan lakukan di media sosial.

3. Pendidikan Digital

Ajarkan anak tentang bahaya dunia maya, termasuk pentingnya menjaga privasi dan menghindari konten yang tidak pantas.

4. Dorong Aktivitas Luar Ruangan

Ajak anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik dan sosial di dunia nyata untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial.

5. Menjadi Teladan yang Baik

Tunjukkan penggunaan media sosial yang sehat dan bijak sebagai contoh anak-anak.

Penggunaan media sosial pada anak di bawah umur memliki sisi positif dan negatif. Dengan pengawasan dan pendidikan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mendapatkan manfaat dari media sosial sambil melindungi mereka dari resiko-resiko yang ada.

Menetapkan Batasan yang jelas dan menjaga komunikasi terbuka adalah kunci untuk memastikan anak-anak menggunakan media sosial dengan bijak.