10 Metode Mengatasi Problematika Rumah Tangga Ala Rosulullah

mahasiswa UIN jakarta program studi Hukum Keluarga Islam
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhamad Hafiz AlRosyid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Muhammad Saw adalah puncak suri tauladan yang patut di teladani dalam hubungan keluarga. hal itu tampak dalam interaksi beliau dengan istri istrinya dalam membangun rumah tangga. Diantaranya menyangkut urusan kebutuhan primer,hubungan suami istri,Kerjasama,estetika,dan hiburan.
Perlu di ketahui bahwa Sebagian masalah timbul akibat tipu daya orang orang munafik.tujuan mereka adalah memerangkap rosulullah dan mengagalkan dakwah beliau. Sementara mayoritas masalah terpicu oleh rasa cemburu.tetapi,bagaimana mungkin istri istri rosulullah kepada suami seperti beliau? Kecemburuan itu tak lain adalah cerminan cinta mereka kepada beliau.
Demikian rosulullah memakai berbagai cara untuk menangani problem yang muncul.tujuanya agar bisa menjadi suri tauladan bagi para suami dalam berinteraksi dengan istri dalam mencari Solusi masalah. Berikut adalah 10 cara beliau dalam mengatasi problematika rumah tangga :
1. Tersenyum dan humoris
Sebab,Sebagian masalah hanya bisa di selesaikan dengan canda dan tawa yang bisa mencairkan suasana dan mengendurkan suasana.
2. Tidak mencari cari kesalahan pasangan
Tindakan seperti itu mengundang kejenuhan yang menggrogoti bangunan rumah tangga, berbeda jika pura pura tidak tahu kesalahan pasangan justru itu adalah perbuatan yang mulia.
3. Berdialog untuk meluruskan pemahaman jika menyimpang
Rosulullah memperingatkat sikap kesalah pahaman yang dapat merusak masa depan rumah tangga. Rosulullah menggunakan cara dialog untuk mengatasi perselisihan dengan istri istrinya.
4. Menasehati
Cara ini di gunakan ketika istri lengah dalam memenuhi hak hak Allah atau hak hak suami yang di wajibkan oleh syara kepadanya.
5. Menegur
Cara ini di gunakan ketika kesalahan di gunakan terus menerus sehingga suami perlu memberikan teguran agar masalah mereda atau agar tidak terulang Kembali.
6. Investigasi dan mencari bukti sebelum menjatuhkan hukuman
Cara ini sangat bermanfaat untuk mengakhiri prselisihan suami istri,apalagi yang berkaitan harga diri atau kehormatan rosulullah menggunakan cara ini untuk menangani kasus berita bohong yang di rancang oleh orang munafik,dengan aisyah sebagai sasaran.
7. Memutuskan hukum secara adil
Rosulullah menerapkanya terhadap aisyah ketika dia memecahkan wadah ummu salamah gara gara cemburu. Rosulullah bersabda kepadanya, “wadah di ganti dengan wadah dan makanan di ganti dengan makanan.”
8. Memberikan Pelajaran dengan mendorong tubuh istri
Cara ini di di lakukan oleh rosulullah terhadap aisyah. Cara ini adalah penjelasan rosulullah tentang makna menghukum dengan “memukul” yang tertera di al Qur’an kata memukul di sini bukanlah hukuman jasmani yang menyakitkan dan menghinakan agar istri tunduk dan patuh pada keinginan suami.
9. Mengasingkan diri
Menggunakan cara mengasingkan diri. Beliau memulai interaksi dengan istri istrinya selama satu bulan. Tindakan itu merupakan Solusi akhir dalam menyelesaikan masalah yang berawal dari di bocorkanya rahasia rasulullah oleh hafshah.
10. Tawaran opsi dan musyawarah
Tawaran opsi yang di pakai oleh Nabi saw dalam menangani masalah ekonomi merupakan Gambaran cerah dari dasar dasar musyawarah yang harus di terapkan di dalam sistem keluarga,pendapat yang lebih utama adalah adanya tuntunan tambahan nafkah dari istri istri rosulullah, dan hal itu terjadi pada tahun 9H.
Muhamad Hafiz Al Rosyid
Mahasiswa UIN Jakarta Program Studi Hukum Keluarga Islam.
