KKN 2025 STIT Rakeyan Santang: Posyandu & HUT RI di Desa Citarik

Pelajar Mahasiswa
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Muhamad Hanifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tentang KKN Tematik 2025 STIT Rakeyan Santang Karawang
KKN Tematik 2025 STIT Rakeyan Santang adalah program pengabdian wajib (6 SKS) yang menempatkan mahasiswa di desa-desa Karawang untuk mengintegrasikan pembelajaran, penelitian, dan layanan masyarakat. Tema tahun ini: “Peningkatan Literasi Masyarakat dan Penguatan Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Desa Cerdas dan Tangguh di Kabupaten Karawang.” Program diarahkan agar sederhana, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan warga serta satuan pendidikan.
Program memfokuskan tiga klaster kerja: Pendidikan, Perlindungan Anak, dan Ketahanan Keluarga/ekonomi rumah tangga serta memperluas literasi secara komprehensif (baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya, kewargaan). Penguatan karakter mengacu pada Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan selaras dengan kebijakan pusat daerah (SEB 3 Menteri 20/12/2024; program Salapan Lengkah Jabar “Lengkah Katilu” pendidikan berkarakter; RKPD & RPJMD Kabupaten Karawang; Instruksi Bupati 5 Mei 2025).
Secara manajerial, program dikelola LPPM STIT Rakeyan Santang dengan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan, Korcam (Koordinator Kecamatan) dan Kordes (Koordinator Desa). Pelaksanaan dijadwalkan 4 Agustus–19 September 2025 (estimasi 360 jam nyata), bertempat di empat kecamatan: Pedes, Rawamerta, Ciampel, dan Tirtamulya menjangkau sekolah, posyandu, UMKM, dan komunitas desa.
Luaran yang ditargetkan mencakup: pojok literasi/pojok baca, modul & buku saku literasi, video edukasi, pendampingan guru dan orang tua, kelas karakter & zona aman anak, serta pelatihan keterampilan ekonomi keluarga (NIB, kemasan, pemasaran digital). Untuk akuntabilitas, kelompok wajib menghasilkan artikel berita/jurnal, video kegiatan, SPK kemitraan, dan laporan dengan monitoring–evaluasi rutin oleh DPL dan panitia.
Kecamatan Tirtamulya — Gambaran Singkat
Kecamatan Tirtamulya menjadi salah satu dari empat kecamatan lokasi KKN Tematik 2025 STIT Rakeyan Santang (bersama Pedes, Rawamerta, dan Ciampel). Fokus tematiknya adalah peningkatan literasi masyarakat dan penguatan pendidikan karakter, selaras dengan pilar literasi baca‐tulis, numerik, sains, digital, finansial, budaya, dan kewargaan. Pelaksanaan KKN dijadwalkan 04 Agustus–19 September 2025. Di Tirtamulya, KKN tersebar di empat desa: Karangsinom, Karangjaya, Citarik, dan Parakanmulya; dengan pendampingan DPL yang ditunjuk kampus dan alokasi sekitar 36 mahasiswa pada klaster ini. Prioritas program mencakup Pendidikan, Perlindungan Anak, dan Ketahanan Keluarga sebagai strategi mewujudkan “Desa Cerdas & Tangguh”.
Desa Citarik — Gambaran Lokasi KKN
Desa Citarik di Kecamatan Tirtamulya merupakan salah satu titik KKN 2025. Kelompok mahasiswa ditempatkan dan dibimbing oleh DPL: Ahmad Riyadi, SE., MM Dengan Anggota Mahasiwa (1) Fitria Andalusi sebagai Koordinator Desa Citarik, (2) Muhamad Hanifah sebagai wakil Koordinator, (3) Nia Kaniati sebagai Sekretaris, (4) Azmi Mutiara Qurrota A’yun sebagai Bendahara, (5) Muhamad Alfiansyah, (6) Hanifah Rizki Roosidah, (7) Khoirunnisa, (8) Syevia Frita Darmawan, sebagai bagian dari klaster Tirtamulya yang ditempatkan di Desa Citarik. Implementasi program di desa ini diarahkan pada penguatan literasi sekolah & keluarga serta karakter selaras tema KKN 2025.
HUT RI bersama Karang Taruna Dusun Gombol
Untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, Karang Taruna Baraya Tangkil di Dusun Gombol berkolaborasi dengan mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang menyelenggarakan rangkaian kegiatan warga. Program ini tidak sekadar perayaan, melainkan alat pembelajaran karakter: gotong royong, disiplin, sportivitas, kepemimpinan pemuda, dan kepedulian lingkungan. Alasan utamanya, momen 17 Agustus selalu menyatukan warga lintas usia; dengan desain yang tepat, momentum itu bisa diarahkan menjadi praktik nilai dan memperkuat kohesi sosial desa sekaligus memberi panggung bagi UMKM lokal.
Kegiatan dirancang dalam tiga tahap. Pra-event, tim gabungan menyusun perizinan, pemetaan lokasi, rekrutmen dan pembagian peran panitia muda, serta membuat SOP keselamatan (alur penonton, P3K, titik air minum) dan standar kebersihan (bank sampah/eco-17-an). Publikasi dilakukan lewat poster digital dan pengumuman RT. Hari pelaksanaan, acara dibuka dengan apel singkat, dilanjutkan lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, bakiak, estafet air), gerak jalan/senam bersama, dan pentas seni yang menampilkan anak-anak hingga remaja. Di tepi area, disediakan stan UMKM untuk promosi produk rumahan. Dokumentasi foto-video dikelola tim media Karang Taruna dan KKN untuk rilis berita. Pasca-event, panitia melakukan rekap pemenang, evaluasi singkat (apa yang ramai/disukai warga, apa yang perlu diperbaiki), dan publikasi hasil serta ucapan terima kasih kepada sponsor/donatur lokal.
Sasaran kegiatan meliputi seluruh warga Dusun Gombol: anak-anak (wadah ekspresi dan sportivitas), remaja/pemuda (kepemimpinan dan kerja tim melalui kepanitiaan), keluarga/dewasa (partisipasi lomba & gerak jalan), lansia (senam ringan & temu warga), serta pelaku UMKM yang memerlukan panggung promosi. Dengan pola ini, perayaan HUT RI menjadi ruang belajar karakter yang riil, memperkuat jejaring warga-pemuda, dan menghadirkan manfaat ekonomi mikro lewat keterlibatan UMKM sekaligus menyimpan SOP acara yang bisa direplikasi untuk tahun-tahun berikutnya.
Posyandu Vitamin A
Kegiatan Posyandu di Desa Citarik dijalankan sebagai kolaborasi kader–Puskesmas–mahasiswa KKN untuk memastikan layanan balita berjalan tertib, cepat, dan tercatat rapi. Program ini dipilih karena posyandu adalah garda terdepan kesehatan anak; dengan dukungan teknis sederhana, cakupan Vitamin A dan edukasi gizi bisa meningkat sekaligus memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan sehat. Singkatnya, alasan program ini adalah menjaga tumbuh kembang dan mencegah masalah gizi sejak dini, sambil memperbaiki kualitas data layanan di tingkat RT/RW.
Pelaksanaan dibagi tiga tahap. Pra-layanan, tim menyusun denah meja dan alur satu arah, menyiapkan nomor antre digital/kertas, serta melatih relawan untuk tiga pos: pendaftaran–verifikasi sasaran, pelayanan Vitamin A (bersama kader/bidan), dan edukasi gizi. Di tahap ini juga disiapkan format rekap ringkas (kertas/Spreadsheet) agar jumlah hadir dan penerima tercatat per RT, serta pengingat jadwal untuk orang tua (kartu kecil/ stiker).
Hari layanan, alur dimulai di meja pendaftaran orang tua menyerahkan buku KIA/penanda, data diverifikasi, lalu diarahkan ke meja pelayanan sesuai prosedur posyandu setempat. Mahasiswa membantu ketertiban antre, memfasilitasi pencatatan penerima kapsul, dan mendokumentasikan kegiatan. Di sudut lokasi, tersedia pojok edukasi gizi: poster satu halaman (menu seimbang, MP-ASI sederhana, kebiasaan cuci tangan) dan sesi tanya-jawab kilat berdurasi 3–5 menit per orang tua.
Pasca-layanan, kader dan tim merekap data (hadir/penerima per RT), mencatat catatan khusus (anak yang absen/ butuh kunjungan), serta menyiapkan laporan singkat untuk desa/PKM. Dokumentasi foto diseleksi untuk rilis berita. Format rekap dan materi edukasi ditinggalkan sebagai alat bantu berkelanjutan, sehingga posyandu berikutnya dapat langsung memakai tanpa pendampingan intensif.
Sasaran kegiatan mencakup: balita dan orang tua/wali sebagai penerima manfaat langsung; kader posyandu & bidan/petugas PKM sebagai pelaksana utama yang didukung alat bantu; serta pemerintah desa yang membutuhkan data ringkas untuk pengambilan keputusan. Dampak yang diharapkan: waktu tunggu lebih pendek, cakupan penerima Vitamin A meningkat/tercatat akurat, orang tua mendapatkan pesan gizi kunci, dan desa memiliki rekap per RT yang bisa diikuti tindak lanjut (kunjungan rumah bagi yang terlewat).
