Konten dari Pengguna

Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Sagu Dwitrap Naik Kelas

Patriot Dwitrap

Patriot Dwitrap

Tim Ekspedisi Patriot IPB University

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Patriot Dwitrap tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Ekspedisi Patriot saat melakukan proses pemarutan dan pengayakan sagu di Rumah Produksi Sagu Dwitrap, Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Rabu (12/8/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Tim Ekspedisi Patriot saat melakukan proses pemarutan dan pengayakan sagu di Rumah Produksi Sagu Dwitrap, Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Rabu (12/8/2026).

Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat Kampung Tambat untuk membahas penguatan ekosistem sagu, mulai dari hulu hingga hilir, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan dan identitas masyarakat Papua, khususnya di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring.

Anggota Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB, Muammar menjelaskan bahwa kehadirannya dan tim merupakan bentuk pendampingan masyarakat melalui program yang didukung oleh Kementerian Transmigrasi.

Ia memaparkan bahwa terdapat empat tim yang diterjunkan dengan fokus utama pada tanaman sagu di Kawasan Transmigrasi Salor. Empat tim tersebar di beberapa distrik seperti Semangga, Kurik, dan Tanah Miring untuk memastikan program berjalan komprehensif.

“Fokus kami mulai dari budidaya, pengolahan limbah, pembuatan produk turunan dari sagu, peningkatan sumber daya manusia (SDM), hingga aspek pasar dan bisnisnya,” ujar Muammar.

Kepala Kampung Tambat, Samuel Haremba menyambut baik inisiatif para patriot tersebut. Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran patriot dari IPB dapat menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat kepada pemerintah, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sagu.

“Kami mengharapkan kehadiran patriot dari IPB ini bisa membantu menyalurkan program apa saja yang bisa dirasakan oleh Kampung Tambat,” ungkapnya.

Samuel juga meminta masyarakat untuk terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat dicarikan solusinya bersama.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan Tim Ekspedisi Patriot di Kampung Tambat adalah pengolahan pati sagu menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Koordinator Lapangan Tim 13 Ekspedisi Patriot, Muhamad Husni Tamami menjelaskan rencana penguatan kapasitas Kelompok Tani Dwitrap.

Pria yang akrab disapa MHT itu mengungkapkan target timnya adalah menghasilkan pati sagu yang higienis agar dapat menembus pasar modern atau supermarket. Selain itu, ia memperkenalkan diversifikasi produk baru yang akan dilatihkan kepada warga.

“Kami ingin mengajak Bapak dan Mama membuat produk seperti beras analog sagu, mi sagu, dan gula cair dari sagu,” jelas MHT.

Lebih lanjut ia mengungkapkan tim akan mendatangkan narasumber dari Bogor yang berkompeten dalam pembuatan tiga produk tersebut. Di samping itu, tim juga akan membantu proses legalitas produk seperti izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikasi Halal agar produk sagu Tambat memiliki daya saing yang kuat.