Konten dari Pengguna

Eksplorasi Diri: Ini 5 Hal Yang Wajib Kita Ketahui Dalam Diri Sendiri!

Muhamad Iqbal Muttaqin

Muhamad Iqbal Muttaqin

Saya merupakan fresh graduate yang saat ini bekerja sebagai Marketing & Partnership di Widya SEIA. Selain itu, saya memiliki ketertarikan di bidang Event Organizing & Research-Writing serta sedang merintis karir sebagai content creator.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Iqbal Muttaqin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eksplorasi Diri, Cara Terbaik untuk Kita dalam Mengenal sekaligus Mengembangkan Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri dengan cara self-exploration (Sumber: Canva)
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal diri sendiri dengan cara self-exploration (Sumber: Canva)

Mengenal diri sendiri dengan cara self-exploration (Sumber: Canva) Pernahkah Anda mendengar istilah self-exploration atau eksplorasi diri? Ini merupakan salah satu cara atau strategi yang ampuh untuk kita dalam mengenal sekaligus mengembangkan diri sendiri.

Eksplorasi diri adalah sekumpulan tindakan untuk menjelajahi dan menemukan hal-hal yang ada dalam diri (baik bawaan sejak lahir maupun hal baru yang ditemukan saat menjalani hidup) dengan tujuan untuk mengenal diri lebih dalam.

Sebagai upaya tindaklanjut, setelah mengenal siapa kita dan apa yang kita punya, ini menjadi awal yang baik dan semangat yang baru untuk kita dapat mengembangkan apa yang kita punya sehingga dapat menambah dan meningkatkan kualitas dan nilai diri.

Apa saja hal-hal yang harus kita perhatikan dalam melakukan eksplorasi diri? Berikut 5 hal yang wajib kita ketahui dan eksplore dalam diri:

1. Karakter & Jati Diri

Setiap orang memiliki karakter dan jati dirinya masing-masing, untuk itu jadilah diri sendiri dan tunjukkan kepada semua orang siapa kita (Sumber: Canva)

Karakter maupun jati diri adalah sifat yang dimiliki oleh setiap orang yang sulit untuk dirubah karena sudah tertanam dari sejak kecil dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Dengan mengenali kedua hal ini, artinya kita dapat bersikap jujur pada diri sendiri, menyadari siapa kita sebenarnya, bukan siapa yang kita inginkan.

Selain itu, kita bakal lebih percaya dan yakin juga dengan “apa” yang kita miliki saat ini. Tentu hal ini membantu kita untuk membuang pikiran-pikiran buruk, insecurity, overthinking dan hal-hal negatif lainnya.

2. Prinsip & Mindset

Bangunlah prinsip dan mindset positif yang sesuai dengan diri kita dan jadikanlah kedua hal tersebut sebagai pedoman hidup kita (Sumber: Canva)

Bangunlah prinsip & mindset yang positif dan sesuai dengan diri kita dan jadikanlah kedua hal tersebut sebagai pedoman hidup kita (Sumber: Pinterest) Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental yang dapat kita jadikan pedoman untuk bertindak dan berpikir. Dengan memiliki prinsip, kita bisa lebih mudah untuk menjalani hidup mengingat hidup tidak akan terhindar dari yang namanya permasalahan atau konflik.

Sedangkan mindset atau pola pikir lebih menekankan pada cara kita berpikir dalam berperilaku maupun menyatakan sikap. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk membangun pola pikir yang positif:

  • Ketika menghadapi tantangan, maka harus siap menerima tantangan dan pelajaran baru yang belum dikuasai

  • Ketika menghadapi hambatan, maka harus siap menghadapi rintangan dan tidak banyak mengeluh

  • Ketika ingin mencapai sesuatu, maka kita harus memberikan usaha yang maksimal, bukan minimal

  • Ketika menghadapi kritik, maka kita harus menerima nasihat dan jadikan kritikan tersebut sebagai bahan perbaikan kedepannya

  • Ketika melihat orang lain sukses, maka kita harus jadikan mereka sebagai motivasi dan inspirasi, bukan dijadikan sebagai bahan insecurity/overthinking

3. Kelebihan dan Kekurangan

Baik kelebihan maupun kekurangan, keduanya saling melengkapi dan bisa menjadi potensi bagimu jika kamu mampu mengelolanya dengan baik (Sumber: Canva)

Berbicara tentang kelebihan, mungkin terkadang kita sering merasa malu atau tidak percaya diri ketika menunjukkan kelebihan diri. Berbeda dengan kekurangan, hal ini justru yang paling mudah kita tunjukkan dan sering memberikan pengaruh negatif bagi kita

Tentu ini adalah hal yang tidak benar. Percayalah, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Tuhan YME. Oleh karena itu, jangan takut untuk menggali dan mengasah lebih dalam apa yang menjadi kelebihan kita dan tunjukkan kepada orang-orang sekitarmu dengan rasa percaya diri tinggi. Sedangkan untuk kekuranganm tetap harus kita gali namun tidak untuk dipertunjukkan, tetapi untuk dijadikansebagai bahan perbaikan diri.

Dengan mengenali kelebihan dan kekurangan diri, akan membuat kita lebih mudah untuk mengembangkan diri dan mengevaluasi diri.

4. Hal yang kamu suka (Hobi)

Jalani hobi/kegiatan yang kita sukai di sela-sela waktu istirahat (Sumber: Canva)

Berbicara tentang apa yang kita sukai seringkali dikaitkan dengan istilah hobi. Banyak sekali hobi yang bisa kita coba seperti memasak, membaca, menulis, mendengarkan musik, bermain game, dan masih banyak lagi.

Namun yang jadi fokus di sini adalah "apakah kegiatan/hobi yang kita sukai dan sering kita lakukan betul-betul bisa memberikan dampak positif untuk diri sendiri? dan mungkin bagi orang sekitar kita?

Sedikit menyinggung istilah "hidup produktif”, cobalah untuk mencari hobi/kegiatan yang tidak hanya disukai tetapi juga yang bisa memberikan manfaat/nilai positif bagi kita, mengapa demikian? karena itu bisa membuat kita lebih berkembang. Terapkan 3 prinsip berikut untuk mempermudah kita memilih dan memilah kegiatan:

  • Kegiatan yang kita sukai dan itu membuat kita senang

  • Kegiatan yang membuat nyaman menjalankannya (tanpa unsur paksaan)

  • Kegiatan yang dapat memberikan nilai lebih bagi kita, bisa berupa ilmu, wawasan maupun kemampuan

5. Minat & Bakat

Temukan minat dan bakat agar mempermudah kita menemukan impian/tujuan hidup yang tepat (Sumber: Canva)

Minat adalah suatu hal/aktivitas yang membuat kita tertarik untuk mempelajarinya sedangkan Bakat adalah suatu kelebihan yang sudah kita miliki sejak kecil.

Minat biasanya akan muncul secara alami ketika kita menjalani sebuah proses pengembangan atau berada dalam lingkungan/situasi yang diisi oleh orang-orang yang senasib dan memiliki tujuan yang sama seperti contohnya organisasi. Minat juga biasanya muncul ketika kita memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan memulai hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita kuasai. Untuk itu, biasanya minat/ketertarikan membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk diasah agar menjadi sebuah passion.

Sedangkan bakat, biasanya bisa kita sadari/temui di lingkungan keluarga kita (faktor keturunan) atau memang kita miliki sejak kecil (anugerah dari Tuhan YME). Untuk itu, berbeda dengan minat, bakat pada umumnya membutuhkan waktu dan proses yang singkat dan akan memberikan hasil yang luar biasa jika kamu betul-betul serius menekuninya. Bakat juga erat kaitannya dengan hal yang bersifat non-akademik seperti olahraga dan seni.