Akbar Tandjung: Nasdem, Hanura dan Gerindra Kompetitor Berat di 2019

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

DPP Golkar gelar rapat pleno (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
DPP Golkar gelar rapat pleno (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, menilai ada 3 partai yang akan menjadi kompetitor baru bagi Partai Golkar di Pemilu 2019, yaitu Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Gerindra.

"Nasdem, Hanura, Gerindra bisa menjadi kompetitor baru bagi Golkar. Saya cek di Papua, Golkar tidak masuk dalam kepemimpinan di dalam situ (DPRD-red). Di situ ketua DPRD Golkar tidak masuk," kata Akbar saat mengisi acara ' Refleksi 1 Tahun Partai Golkar Kepemimpinan Setya Novanto'di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/5).

Akbar Tandjung dalam diskusi tentang Golkar  (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Akbar Tandjung dalam diskusi tentang Golkar (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Akbar mengatakan, Partai Golkar belum solid sepenuhnya, meski Novanto sudah rajin keliling ke beberapa daerah pasca menjadi ketua umum.

"Novanto berusaha melakukan komunikasi antara daerah, tapi saya tidak melihat apakah akan mempengaruhi solidaritas konsolidasi partai, ternyata tidak. Tentu ada sesuatu," jelas Mantan Ketua DPR itu.

Akbar Tanjung menemani Jokowi ke Tapanuli Tengah. (Foto: Biro Pers Istana/Laily Rachev)
zoom-in-whitePerbesar
Akbar Tanjung menemani Jokowi ke Tapanuli Tengah. (Foto: Biro Pers Istana/Laily Rachev)

Dia juga menjelaskan produk dari Musyawarah Nasional (Munas) yang dihasilkan pada waktu lalu belum sepenuhnnya diketahui oleh seluruh internal Partai Golkar termasuk bidang yang diketuainya.

"Produk dari hasil Musyawarah Nasional yang saya ketaui belum diditribusikan dan disempurnakan dalam Munas. Produk Munas belum diketahui oleh anggota kader, termasuk kami yang di Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar," ujarnya.

Pemilu 2019 digelar serentak untuk Pilpres dan Pileg. Payung hukum untuk Pemilu ini masih dibahas dalam RUU Pemilu yang rencananya akan disahkan pada bulan ini.

Soal 3 partai yang disebut Akbar, Gerindra adalah pemenang urutan ketiga pada Pileg 2014 di bawah Prabowo Subianto. Lalu Partai Hanura meski paling buncit di DPR, namun kini punya sumber daya besar di bawah Oesman Sapta Odang yang membawa gerbong DPD. Sementara Nasdem mulai bangkit di bawah Surya Paloh, meski posisi di DPR satu tingkat lebih tinggi dari Hanura.