Djarot: Saya Siap Ambil Alih Tanggung Jawab Ahok

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa dinonaktifkan menyusul vonis 2 tahun penjara yang dibacakan oleh hakim PN Jakarta Utara. Apa tanggapan Djarot?
"Saya satu paket dengan Pak Gubernur, saya selalu siap untuk memback-up apapun juga, siap untuk mengambil alih tanggung jawab dan sebagainya, siap untuk melindungi beliau juga, siap untuk membela beliau juga," ucap Djarot di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/5).
Bagaimanapun kita ini satu kotak, satu paket. Jadi susahnya, biasanya saya apapun yang beliau terima saya juga merasakan.
Menurut Djarot, esensi peralihan pimpinan yang mungkin terjadi itu, bukan soal gubernur dan wakil gubernur, tapi antara seorang sahabat dengan sahabat yang lain.
"Ketika kita mempunyai sahabat sakit, kita juga ikut sakit lain. Kalau ketika sahabat kita itu lagi bersenang-senang, ya kita bersyukur, kita tidak perlu ikut bersenang-senang," tuturnya.
"Kalau menurut saya selalu diajarkan orang tua saya ketika teman itu menghadapi suatu masalah, suatu musibah," imbuhnya.

Meski begitu, Djarot meminta agar publik untuk bersabar menunggu putusan pengadilan, lantaran Ahok mengajukan banding atas putusan penjara 2 tahun.
"Loh, ini kan masih belum prosesnya masih sangat panjang, artinya beliau masih bisa banding. Ini kan belum bisa langsung masuk penjara, tapi beliau bisa banding terlebih dahulu," kata Djarot.
"Kalau menurut saya sebetulnya harus lebih ringan kalau lihat fakta-fakta persidangan," imbuhnya.
