Fadli Zon Heran Victor Laiskodat dan Nasdem Tolak Minta Maaf

Wakil Ketua DPR Fadli Zon kecewa dengan pernyataan sikap Partai Nasional Demokrat soal kasus kadernya, Victor Bungtilu Laiskodat, yang dianggap memprovokasi warga NTT. Nasdem menolak minta maaf karena menyebut video Victor diedit.
"Saya melihat reaksi Nasdem ya, kelihatannya tidak ada sedikit pun bersalah, tidak ada sedikit pun penyesalan, dan bahkan membela pidato yang sudah jelas-jelas menurut saya menimbulkan fitnah, ada domba, dan juga kesalahpahaman yang luas di masyarakat," ucap Fadli di gedung DPR, di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/8).
Fadli mengatakan pidato Victor meski dalam versi dua menit sekalipun, sudah jelas mencemarkan nama baik Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. Keempat partai itu dianggap intoleran dan mendukung khilafah oleh Victor.
"Kalau alasannya cuma masalah edit-edit itu kayak Ahok dulu, Ahok juga argumentasi nya gitu. Ahok argumentasinya tidak utuh lepas dari konteks, sama persis argumennya kayak Ahok dulu," ujarnya.
Saya kira tidak perlu ahli bahasa untuk memahami apa yang dia tuduhkan, belum lagi yang dia bicara negara khilafah, ada bunuh-bunuhan di situ, seperti PKI.
"Siapa duluan membunuh kita duluan membunuh, dan sebagainya. Saya kira jelas itu ujaran yang mengandung provokasi, berbahaya, dan memecah belah NKRI. Jadi dia lah yang memecah belah, dialah yang mengadudomba," tegas Fadli.
Karena itu, Fadli mendesak agar Bareskrim Polri segera menindaklanjuti laporan Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat soal Victor Laiskodat. "Jangan sampai karena ada backing-backing, kemudian laporan itu tidak dilanjutin, atau diulur-ulur nanti ini seperti kasus Ahok lagi," ujarnya.
"Warga negara sama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah dan wajib menjalankan hukum dan pemerintahan itu tanpa ada kecuali," tegas Wakil Ketua DPR itu.

